Mohon tunggu...
Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hari Kebebasan Pers, Para Pewarta Pramuka Berkumpul

3 Mei 2020   17:36 Diperbarui: 3 Mei 2020   17:37 543
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kak Djoko Adi Walujo, Ketua Indonesia Scout Journalist. (Foto: koleksi DAW)

Tanggal 3 Mei bagi banyak orang mungkin hanya sekadar hari Minggu biasa. Tapi sesungguhnya 3 Mei merupakan salah satu tanggal peringatan hari bersejarah. Setiap 3 Mei sejak 1993 diperingati sebagai World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia. Untuk 2020, walau pun dunia tengah dilanda wabah atau pandemi Covid-19, Hari Kebebasan Pers Sedunia tetap dirayakan -- paling tidak secara online -- dengan tema "Journalism without Fear or Favour". Tema yang mengacu bahwa jurnalisme harus bebas dari ketakutan dan memandang kesetaraan bagi semua.

Tiga sub tema yang dipilih panitia adalah Safety of Women and Men Journalists and Media Workers (Keselamatan bagi Para Jurnalis Pria dan Wanita serta Pekerja Media),  Independent and Professional Journalism free from Political and Commercial Influence (Jurnalisme yang Independen dan Profesional bebas dari pengaruh politik dan komersial), serta  Gender Equality in All Aspect of the Media (Kesetaraan gender di semua aspek media).

Bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia itu pula, para pewarta Pramuka yang tergabung dalam Indonesia Scout Journalist (ISJ) berkumpul.  Pertemuan online itu dilakukan antara para pendiri ISJ, Kak Berthold Sinaulan, Kak Djoko Adi Walujo, Kak Harmidi, Kak Taufik Umar Prayoga, minus Kak Andi Widjanarko yang berhalangan hadir, serta dengan para kordinator ISJ di sejumlah daerah di Indonesia.

The Indonesia Scout Journalist Community (Komunitas Pewarta Scout Indonesia) merupakan komunitas kemasyarakatan non-politis yang bersifat independen. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, maupun minat pewarta untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan.

Komunitas ini bukan merupakan bagian dari organisasi Gerakan Pramuka, tetapi bersungguh-sungguh berusaha membantu Gerakan Pramuka. Tujuan dibentuknya organisasi ini antara lain, membantu meningkatkan minat jurnalistik di kalangan anggota Gerakan Pramuka, lalu membantu meningkatkan minat pewarta umum untuk lebih banyak mempublikasikan berita-berita kepramukaan, serta enghimpun pewarta, baik dari kalangan Gerakan Pramuka maupun dari luar Pramuka, untuk bersama-sama mengembangkan hobi jurnalistik yang dapat dikembangkan menjadi profesi pilihan.

Sasarannya, agar lebih banyak publikasi terkait aktivitas kepramukaan yang menyebar di kalangan masyarakat, sehingga masyarakat lebih mengenal dan senantiasa teringat tentang kepramukaan. Bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, tetapi banyak lagi kegiatan kepramukaan lainnya. Lewat cara itu, diharapkan meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap Gerakan Pramuka maupun "dunia" kepramukaan umumnya. 

Seperti kata pepatah "tak kenal maka tak sayang", maka dengan semakin dikenalnya Pramuka, diharapkan masyarakat semakin sayang pada Pramuka. Bila telah sayang, tentu masyarakat akan ikut menjaga dan tak segan membantu kegiatan-kegiatan kepramukaan, yang membantu membentuk karakter anak dan remaja menjadi manusia yang lebih baik.

Komunitas ini juga telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. ISJ secara resmi dibentuk di Jakarta pada 10 November 2016 berdasarkan Akta Notaris Benediktus Andy Widyanto SH Nomor 05 Tanggal 09 Desember 2016. Setelah dibentuk dengan akta notaris, kemudian didaftarkan serta disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-0000472.AH.01.07 Tahun 2017 tertanggal 11 Januari 2017.

Kak Djoko Adi Walujo, Ketua Indonesia Scout Journalist. (Foto: koleksi DAW)
Kak Djoko Adi Walujo, Ketua Indonesia Scout Journalist. (Foto: koleksi DAW)
Dalam pertemuan Minggu, 3 Mei 2020 dimulai pukul 15.00 WIB, yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan dihadiri para peserta dari sejumlah daerah, di antaranya dari Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Banten tersebut, dibahas sejumlah hal untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ISJ. 

Ketua ISJ, Kak Djoko Adi Walujo, mengharapkan agar komunitas ini dapat semakin berperan serta mempublikasikan hal-hal positif Gerakan Pramuka dan masyarakat luas umumnya. Caranya antara lain dengan memperbaiki kepengurusan dan meningkatkan kordinasi antaranggota.  Di samping menata ulang berbagai aturan organisasi, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta aturan maupun panduan lainnya.

Ke depan, ISJ diharapkan dapat pula meningkatkan kualitas para anggotanya. Tujuannya tentu saja agar lebih banyak berita tertulis, foto, dan video yang berkualitas dan memberikan informasi serta wawasan bagi masyarakat banyak. Sekaligus mengurangi dan bahkan bila dapat menghilangkan sama sekali berita-berita yang kurang benar dan belum dicek kebenarannya, apalagi kabar bohong dan ujaran kebencian yang harus sama sekali dihilangkan dan tidak boleh dilakukan setiap pewarta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun