Mohon tunggu...
Benny Rhamdani
Benny Rhamdani Mohon Tunggu...

Menulislah hal yang bermanfaat sebanyak mungkin, sebelum seseorang menuliskan namamu di nisan kuburmu. http://bennyrhamdani.com/ | follow @bennyrhamdani_

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Tarawih Terakhir di Masjid IPDN Jatinangor, Setangkup Kangen Pulkam

5 Juni 2018   14:10 Diperbarui: 6 Juni 2018   08:04 0 1 0 Mohon Tunggu...
Tarawih Terakhir di Masjid IPDN Jatinangor, Setangkup Kangen Pulkam
Suasana tarawih di Masjid Darul Ma'arif IPDN Jatinangor, Jawa Barat (foto:Benny)

Saya sengaja mendatangi Masjid Darul Ma'arif  yang terletak di lingkungan kesatriaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Saya dengar jamaah tarawih di masjid itu selalu ramai kendati bulan Ramadhan telah lewat dari separuhnya. Padahal kebanyakan di masjid lain mulai menyusut barisan jamaah shalat tarawihnya.

Saat adzan Isya berkumandang, Minggu 3 Juni 2018, saya ikut masuk ke dalam masjid megah yang dibangun sejak tahu 1995 tersebut. Beberapa praja dengan seragam cokelat muda tampak tergesa menuju tempat wudlu karena mereka baru saja menikmati hari pelesir ke luar kampus. Sebagian besar sudah berada di dalam masjid sebelum adzan berkumandang. Takub juga melihat isi masjid dipenuhi praja (pria) hingga ke koridor samping. Sementara praja putri di bagian belakang.

Saya merinding melakukan tarawih dengan suasana yang khusyu dan jumlah jamaah yang bukan hanya puluhan, tapi ribuan orang. Dan, saya baru mengetahui seusai witir, malam itu merupakan tarawih terakhir untuk praja tingkat IV (akhir) di masjid IPDN. 

"Ya, saya sudah packing dari beberapa hari lalu. Jadi setelah apel langsung pulang kampung," ujar Adha Ariffian Baretta Tohari, praja asal Malang, Jawa Timur.

Adha  merasa sedih karena malam itu merupakan tarawih terakhirnya di masjid IPDN. "Dan sebentar lagi saya lulus, bulan Agustus akan dilantik oleh Bapak Presiden Jokowi. Saya belum tahu penempatan tugas setelah lulus. Jika di IPDN ini, pasti bisa merasakan tarawih di sini lagi. Tapi jika jauh dari sini, pasti saya akan merasa kangen bisa tarawih di sini. Kapan lagi bisa tarawih dengan 3.000 orang seperti ini?" jelasnya.

Aldino, Adha, dan Dedy, praja IPDN yang merasakan tarawih terakhir bersama. (Foto: Benny)
Aldino, Adha, dan Dedy, praja IPDN yang merasakan tarawih terakhir bersama. (Foto: Benny)
Toh, kesedihannya sementara bisa diatasi dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Selain Adha, ada juga Muhammad Akmal Aldino, praja yang bersiap pulang kampung dengan jarak cukup jauh hingga ke Morotai, Maluku Utara. Aldino mengaku masih bisa mengikuti tarawih dua malam lagi di masjid IPDN. Sebab, praja tingkat III ini baru mendapat tiket pesawat ke Ternate pada 7 Juni 2018. 

Aldino tentu tak khawatir bakal merindukan tarawih di Masjid IPDN karena bisa merasakan kembali tahun depan. Dia lebih merindukan keluarganya yang terakhir dilongoknya saat cuti akhir tahun 2017.

"Saya juga rindu dengan tradisi bulan Ramadhan di kampung. Di tempat saya biasanya ada tradisi membangunkan sahur bersama-sama. Nanti oleh penghuni rumah yang dibangunkan akan dikasih uang sekitar Rp50.000. Selain itu saya kangen masakan kue cucur khas Morotai, juga ikan laut yang segar dengan bumbu mentah," kata Aldino bersemangat. Maklum, Jatinangor jauh dari laut jadi susah mendapat ikan laut segar.

Untuk pulang ke kampung halamannya, Aldino harus menempuh perjalanan darat ke Jakarta lebih dulu menuju Bandara Soekarno Hatta. Baru kemudian terbang ke Ternate. Dari Ternate masih harus naik pesawat ATR sekitar 30 menit atau lewat jalur laut bisa hingga 12 jam.

Suasana shalah berjamaah di masjid IPDN yang tak pernah sepi. (foto: Aris)
Suasana shalah berjamaah di masjid IPDN yang tak pernah sepi. (foto: Aris)
Sementara itu, praja tingkat III lainnya, Dedy Febrianto Muhammad juga merasa bakal merindukan suasana tarawih di masjid IPDN. "Terutama jumlah rakaatnya di sini lebih banyak dibandingkan di kampung saya," jelas pria asal Bungku Selatan, Morowali, Sulawesi Tengah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2