Mohon tunggu...
Bangun Sayekti
Bangun Sayekti Mohon Tunggu... Apoteker - Pensiunan Pegawai Negeri Sipil

Lahir di Metro Lampung. Pendidikan terakhir, lulus Sarjana dan Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menghormati Nabi-nabi Allah

9 Agustus 2021   08:56 Diperbarui: 9 Agustus 2021   09:10 101 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Pembunuhan antar kaum satu dengan lainnya terjadi dimana - mana. Apakah itu dilakukan  terhadap laki - laki, perempuan baik tua maupun muda, anak - anak, bahkan terhadap bayi sekalipun. Disamping itu juga merebak keburukan - keburukan lain diantaranya: perjudian, madat dan mabuk (narkoba) muncul dimana - mana. Penjarahan  terjadi  dimana - mana.  Perkosaan terjadi dimana - mana, baik terhadap perempuan dewasa maupun di bawah umur. Pengrusakan terjadi dimana - mana, pembakaran terjadi dimana - mana baik terhadap harta benda maupun terhadap manusia hidup. 

Di sisi lain, saling caci, saling hujat, saling menyalahkan, saling hasut dan perbuatan - perbuatan buruk lainnya dikobarkan  dari  satu kaum ke kaum yang lain, dengan tujuan untuk berebut pengaruh di kala itu. Dalam situasi dan kondisi seperti itu, mereka yang merasa kuat lalu mengangkat dirinya sebagai penguasa. Dengan membuat aturan sedemikian rupa, untuk pembenaran perbuatannya. Bahkan tak jarang sang penguasa mengangkat dirinya sebagai penguasa alam yang berwenang atas hidup, dan matinya seseorang yang dikehendaki. Demikian diriwayatkan di zaman ke Nabian dahulu, untuk  menggambarkan betapa rendahnya akhlak manusia di kala itu. Yang hingga kini dapat diketahui, dan dikenal sebagai zaman jahiliyah atau zaman gelap gulita orang menyebutnya, karena mengingkari perintah dan petunjuk Allah yang disampaikan melalui para Nabi.

Dalam situasi dan kondisi demikian melalui malaikat Jibril diturunkan Wahyu Al Qur'an, dan Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Dengan tugas yang amat berat, yaitu mengentaskan manusia dari zaman kegelapan, menuju cahaya terang benderang. Surat Ibrahim ayat 1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. 

Hendaklah diingat bahwa Al Qur'an atau perintah dan petunjuk Allah atau firman Allah, umumnya disampaikan dalam bentuk perumpamaan. Jadi kata -- kata mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang, hendaklah tidak dimaknai mengeluarkan manusia dari dunia tanpa sinar matahari di siang hari, dan tanpa cahaya bulan di malam hari. Tidak! Sekali lagi tidak! Tetapi memperbaiki akhlak manusia dan ketidak teraturan layaknya digambarkan di zaman jahiliah itu, menuju manusia yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur atas izin Allah karena selalu mempedomani perintah dan petunjuk-Nya.

Sebagai penganut agama apapun agamanya wajib mempercayai Nabi - Nabi, sejak Nabi Adam As. sampai dengan Nabi Muhammad SAW. meskipun dengan sebutan atau nama berbeda. Karena hakekatnya Nabi -- Nabi adalah orang -- orang terpilih yang diutus untuk menyampaikan perintah, dan petunjuk Allah sesuai dengan zamannya masing -- masing. Jadi hendaklah kita tidak hanya mempercayai Nabi yang kita pedomani, dan atau kita teladani sesuai agama yang kita anut saja. Tetapi kita juga wajib mempercayai kebenaran Nabi yang dianut oleh orang yang berbeda agama.

Karena tidak menutup kemungkinan, untuk Nabi yang sama tetapi dengan sebutan atau nama yang berbeda. Silahkan saja, karena memang itu sebutan atau nama yang berlaku dalam agama tersebut. Toh kita sudah akrab dengan ungkapan  "lakum dinukum waliadin" yang arti harfiahnya kamu agamamu, aku agamaku. Karena itu mari kita saling hormat menghormati, dan mari kita saling harga menghargai satu sama lain meski berbeda agama.

Difirmankan dalam Al Qur'an dan kita wajib mempercayai dan meyakini, hakekatnya agama dari Allah yang satu dan yang membawa kebenaran, untuk membangun manusia demi terwujudnya insan yang berakhlak mulia, dan berbudi pekerti luhur. Surat Al Anbiyaa' ayat 92. Sesungguhnya ( agama Tauhid ) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Dalam rentang waktu sejak Nabi Adam As. sampai dengan Nabi Muhammad SAW, agama yang membawa kebenaran dari Allah tersebut sudah barang tentu disampaikan kepada umat manusia secara berkesinambungan, oleh utusan Allah dalam hal ini para Nabi sesuai dengan zamannya.  Surat An Nahl ayat 36. Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap - tiap umat ( untuk menyerukan ): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang - orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang - orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang - orang yang mendustakan ( rasul -- rasul ).

Oleh karena itu perintah dan petunjuk Allah yang terangkum dalam Kitab Suci masing -- masing agama, disampaikan dalam bahasa umat yang akan diberi petunjuk. Layaknya Al Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. menggunakan bahasa Arab, agar dapat dipahaminya dengan baik. Surat Yusuf ayat 2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu mema-haminya. Surat Az Zukhruf ayat 3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).

Hendaklah kita menyadari, dan memahami bahwa wahyu Al Qur'an disampaikan kepada Nabi Muhammad yang nota bene beliau adalah orang Arab, dengan demikian beliau dapat memberi peringatan kepada kaumnya dengan jelas. Lalu siapa kaum yang dimaksud? Yang dimaksud adalah kaum Arab dalam hal ini ummul Qura ( penduduk Mekah ) dan penduduk negeri -- negeri sekelilingnya, dan bukannya kaum Islam! Karena penganut Islam, tidak semuanya orang Arab.

Surat Asy Syuuraa' ayat 7. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura ( penduduk Mekah ) dan penduduk ( negeri -- negeri ) sekelilingnya serta memberi peringatan ( pula ) tentang hari berkumpul ( kiamat ) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan