Mohon tunggu...
Abdullah Muzi Marpaung
Abdullah Muzi Marpaung Mohon Tunggu... Seorang pejalan kaki

Untuk tahun 2019 ini, mungkin aku hanya akan menulis sastra

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Puasa

24 Mei 2019   06:16 Diperbarui: 24 Mei 2019   06:30 0 1 0 Mohon Tunggu...

1

Puasa orang-orang miskin yang lapar, tidak nunggu maghrib

tidak nongkrong di rumah, melainkan menggelinding di jalan

mencungkil kehidupan, didesak kebutuhan. Punya mereka puasa

kebutuhan. Bukan barang suci, bukan untuk cuci hati. Sebab

hati mereka sudah dirampas nasib yang melas.

Akan sanggupkan kita membagi hati jadi milik bersama?

 

2

Tak kutahu, apa bakal Kau terima puasa kami yang rela.

Sebab telah terdengar tangis bocah kelaparan, telah

tersaksikan gelandangan mencopet di pasar, dan kami cuma diam.

Tak kutahu apa bakal Kau kutuk kami, lantaran kekal dengan

duka sendiri, hingga acuh pada lingkungan, lupa dunia yang malang.

Engkaulah Yang Mahatahu Perhitungan, Engkaulah Yang Maha Memecahkan.

Kepadamu doa-doa latah kami panjatkan.

Ampunkan!

 3

Kami berpuasa abad ini, seperti dulu dikerjakan leluhur

dan nabi. Tapi puasa kami penuh pertikaian, tak sejuk

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2