Mohon tunggu...
Bang Auky
Bang Auky Mohon Tunggu... Freelancer - KBC 54|Kompasianer Brebes Jateng| Golet Jeneng Disit Mengko Jenang Teka Dewek

Pariwisata adalah locomotif ekonomi baru dimana banyak gerbong yang mengikuti dari UMKM, Transportasi, Pemandu Wisata, Hotel dan Restoran, Seniman, Souvenir dan mitra-mitra pariwisata yang lain.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa dan Sastra

12 Oktober 2020   22:37 Diperbarui: 12 Oktober 2020   22:49 233 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean Bahasa Indonesia.

Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Bahasa dan Sastra. Hal ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928, yang lebih dikenal dengan nama "Soempah Pemoeda".  Untuk memperingati peristiwa sejarah tersebut, diadakan kegiatan yang berkaitan dengan kebahasaan. 

Apa yang harus kita lakukan dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sastra?  Ada cara sederhana yang bisa kita lakukan dan bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Boleh dibilang ini mudah bisa juga dibilang berat. Mengapa?  Karena didalam kehidupan sehari-hari kita masih banyak menggunakan bahasa ibu dan seandainya menggunakan bahasa Indonesia  pun dicampur bahasa ibu dan asing. 

Mungkin kita bisa membuat challenge dengan anggota keluarga untuk menggunakan bahasa Indonesia selama satu bulan. Tentu ada reward untuk yang berhasil lolos sampai akhir bulan. Atau seperti yang  penulis lakukan membaca karya sastra dan lebih banyak membaca buku. 

Itu cara sederhana dalam menyikapi Bulan Bahasa dan Sastra.  Karena kita tidak mungkin melakukan kegiatan dengan mengundang penonton untuk hadir. Rasanya kurang pas kita menggelar event disaat pandemi seperti sekarang. 

(KBC-54|Kompasianer Brebes Jateng |)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan