Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams, sedang mencermati cara SAJAK dan PUISI menyelinap masuk SITUASI sehari-hari. ©

========================================== Bams, mengajar di Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI), Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.; dan di Program Magister Manajemen Teknologi (MMT), Departemen Manajemen Teknologi (DMT), Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital, ITS, Surabaya. Pernah BELAJAR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. Pernah BELAJAR di Asian Institute of Technology (AIT), Bangkok. ========================================== Bams, sedang mencermati cara SAJAK dan PUISI menyelinap masuk SITUASI sehari-hari. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Nano Puisi: Berkorban Puisi, Berqurban Juga Puisi, Berkurban Apalagi

22 Juli 2021   00:05 Diperbarui: 22 Juli 2021   00:18 99 19 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nano Puisi: Berkorban Puisi, Berqurban Juga Puisi, Berkurban Apalagi
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Nano Puisi: Berkorban Puisi, Berqurban juga Puisi, Berkurban Apalagi

 

 

ah ada-ada saja huruf dijungkirbalikkan begitu rupa
padahal esensinya sama saja ada derita di objeknya
kata dibedakgincui didandani diaromai wangi-wangi
padahal esensinya sama saja ada derita di tubuhnya

ah mbokyao jangan begitu inisiasi debat tak perlu
puisi merayu-rayu mendayu-ndayu baper malu-malu
lebih baik dijoged-dangdutkan bila perlu dilaju
kencangnya waktu, puisi sangat suka itu

ah dinda kok begitu memperlakukan puisi cengeng melulu
puisi diperalat selalu dibikin tersedu-sedu mengharu biru
dikorbankan diqurbankan dikurbankan sambil berlalu
dibebani pilu dihijabi kelambu ungu diajari tak lugu

ah aneh-aneh saja macam-macam saja dibuatnya
padahal esensinya sama saja ada belang di hidungnya
kata biarkanlah berlari bebas mencari sendiri maknanya
jangan digondeli dengan diksi sendiri diikati narasi lama
ah ya sudahlah kalau itu memang maumu, teruskanlah saja
oh, dinda boleh-boleh saja berhenti di sana menenteng
terus korbannya

 

(qurban puisi, 2021)

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x