Mohon tunggu...
Bambang Subroto
Bambang Subroto Mohon Tunggu... Lainnya - Menikah, dengan 2 anak, dan 5 cucu

Pensiunan Badan Usaha Milik Negara, alumni Fakultas Sosial & Politik UGM tahun 1977. Hobi antara lain menulis. Pernah menulis antara lain 2 judul buku, yang diterbitkan oleh kelompok Gramedia : Elexmedia Komputindo. Juga senang menulis puisi Haiku/Senryu di Instagram.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Maukah Kita Mendengarkan dengan Lidah?

6 Oktober 2021   11:41 Diperbarui: 6 Oktober 2021   11:45 41 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Telinga dan lidah bertukar peran. Bebicaralah dengan telinga. Dan dengarkanlah dengan lidah.

Kegalauan terjadi, manakala semakin tipis keikhlasan untuk mendengarkan. Semua panca indera berebut panggung. Jika telinga diberi kesempatan lebih banyak, waktu tak akan habis untuk bergosip tentang segala yang pernah didengarkannya.

Tetapi masih muncul pula keinginan-keinginan, sehingga  yang terang menjadi gelap. Yang gelap pun menjadi lebih gelap.

Di pergantian musim ini, burung-burung mengganti sarangnya. Ia berburu rumput kering. Dengan paruhnya, ia anyam helai demi helai, daun rerumputan kering. Di sela tunas yang nanti pasti merimbun.

Aku pun bermaksud meniru. Resolusi pergantian musim perlu diikrarkan. Bukannya menampik hidup yang sukar, tetapi berguru pada semak belukar.

Pembiaran terhadap berbagai masalah sekali-kali perlu dibelukarkan. Siapa tahu itu menjadi sarang baru dari pikiran negatif yang tidak akan kunjung hilang.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan