Mohon tunggu...
BamsBulaksumur
BamsBulaksumur Mohon Tunggu... Dosen - BamsBulaksumur

Peneliti Akuntansi Forensik dan Media Sosial

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Tips dan Trik Menjadi Sociopreneur

8 Maret 2020   19:58 Diperbarui: 8 Maret 2020   21:17 389
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bonus demografi telah membuat peningkatan jumlah generasi milenial yang sangat fantastis. Bahkan menurut data Drone Emprit Academic (2019) para generasi milenial ini merupakan pengguna media sosial yang sangat aktif di Indonesia. 

Dengan tingginya peningkatan generasi milenial, sangat lumrah bila saat ini banyak terlahir inovasi baru terutama dalam konteks kewirausahaan. Salah satu inovasi bisnis yang semakin berkembang di era milenial adalah social entrepreneurship yang merupakan wirausaha yang tidak hanya untuk mencari profit semata, tapi mempertimbangkan dampak dari bisnis tersebut.

Dengan kata lain, sociopreneur adalah seseorang yang memulai bisnis dengan berbasis permasalahan sosial di masyarakat. Dengan mengunakan pendekatan kewirausahaan, kemudian mengorganisasi, mengkreasi, dan mengelola potensi yang ada untuk membuat perubahan sosial. 

Dengan begitu, kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan Social Responsibility dari sebuah perusahaan belum bisa dikatakan sebagai socio entreprise.

Hingga saat ini fenomena sociopreneur telah banyak menarik simpati para generasi milenial yang ingin menjadi wirausaha. Para generasi milenial ini yakin bahwa sociopreneur merupakan salah satu alternatif berbisnis yang sekaligus bisa melakukan aktivitas sosial guna membantu sesama. 

Itu mengapa banyak amatan mengatakan bahwa sociopreneur telah membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan bisa menekan angka pengangguran.

Menurut Direktur Pengembangan Pasar Ditjen Binapenta & PKK Kementerian Ketenagakerjaan, Roositiawati menyampaikan bahwa angka pengangguran selama lima tahun terakhir tercatat mengalami penurunan di mana kontribusi terbesar dari penurunan pengangguran berasal dari tumbuhnya socio enterprise di Indonesia. 

Meski demikian, memulai bisnis dengan model bisnis seperti ini butuh proses, komitmen dan persiapan yang matang. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh generasi milenial bila ingin membangun bisnis socio entreprise diantaranya;  

Pertama, bisnis ini harus dibangun guna menjawab persoalan masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan riset kecil untuk menemukan berbagai permasalahan dan tentunya memiliki dampak buruk di sekeliling kita. D

alam konteks ini masalah yang terjadi merupakan masalah yang besar dan akan menimbulkan dampak yang buruk kedepannya. Kedua, melakukan verifikasi terhadap berbagai permasalahan terlebih dahulu. Kita harus memastikan bahwa masalah tersebut harus benar-benar merupakan sebuah masalah besar.

Oleh sebab itu kita bisa mencari sumber informasi dari berbagai sumber berdasarkan data-data yang ada di internet atau literatur terpercaya lainnya. Tidak lupa pula, kita perlu menganalisa berapa kerugian dan dampak sosial yang akan terjadi dari bisnis yang dijalankan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun