Mohon tunggu...
APOLLO_ apollo
APOLLO_ apollo Mohon Tunggu... Dosen - Lyceum, Tan keno kinoyo ngopo

Aku Manusia Soliter, Latihan Moksa

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Putri Surga

14 November 2023   23:52 Diperbarui: 14 November 2023   23:57 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Doa kepada bulan
Seperti kecantikan muda
Diam dan menyendiri,
Dari sisi awan keperakan
Bulan muncul dengan misteri.
Putri langit yang baik hati, dengan langkah pelan dan tanpa suara,
Kau meluncur di udara tempat mahkotamu bersinar,
Dan perjalananmu dikelilingi
oleh arak-arakan matahari malam yang megah.
Apa yang kamu lakukan jauh dari ku, ketika fajar yang memutih
menghapus
senyum menawan dan cahaya lembutmu dari mata sedih
Maukah kamu, seperti Ossian, sedih, mengerang,
Ke dalam rumah sakit jiwa
Mengubur kecantikanmu yang lesu?
Putri surga yang baik hati, tahukah kamu kemalangan?
Kini mengenakan segala cahayanya,
Kereta menggairahkanmu menggelinding di atas pegunungan:
Perluas, jika mungkin, jalur karier mu,
Dan tuangkan sinar kedamaian ke lautan.

Indahnya keindahan alam Mentari yang bersinar Bunga-bunga menari mengikuti angin dan kicauan burung di dekat padang rumput Sungguh luar biasa kebahagiaan ini ketika kita memandangi langit cerah dan awan di kejauhan bagaikan bintang Malam membuat hati kita takjub dan memberi harapan bagi yang lain. Bulan teramg yang mengawasi kita Indahnya keindahan alam Mempesona pikiran dan menyihir hati Menakjubkan emosi dan menyentuh perasaan akan hari esok yang penuh janji; Alangkah nikmatnya meninggalkan masa kecil kita; Betapa bernostalgia dan betapa masa kanak-kanak ketika kita bermain di sana dekat padang rumput; 

Saat-saat yang tak terlupakan dan jalan yang ditelusuri Tuhan Memberi kita kesenangan mengingat kegembiraan zaman yang tidak pernah mati Masa kanak-kanak yang membuat kita menari, berlari dan mengagumi bulan, awan dan bunga-bunga yang agung padang rumput Masa muda  yang mempesona kita, masa kanak-kanak yang mengguncang kita, waktu yang mengalir bagaikan sungai yang memanggil kita dari jauh, sepanjang padang rumput; Musim kemarau dan musim siklus kehidupan, momen-momen puisi abadi ini sangat dekat dengan padang rumput; Detik-detik berlalu dan jalan tercapai Keindahan alam dan besarnya cinta dalam hati masa kanak-kanak kita Keindahan alam dan hembusan angin Sangat dekat dari padang rumput hati menari kegirangan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun