Mohon tunggu...
Bagong Waluyo
Bagong Waluyo Mohon Tunggu... Bagong adalah nama panggilan oleh Ibu kepada saya, sebagai penghormatan pada ibu saya tambahkan pada awal nama saya

Lahir, di Kebumen ngapak, tahun sembilan belas tujuh puluh, kecil dan besar di Cilacap, sudah pernah ke Sulawesi Selatan tujuh tahun lebih, Bandung tujuh tahun, Jakarta 3 tahun, Kepulauan Riau Batam tiga tahun setengah, ke Metro Lampung tiga tahun lebih, dan ke Banten empat tahun, sekarang sedang menikmati indahnya Borneo Tengah.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Nyepi Saatnya Mematut Diri

12 Maret 2021   21:28 Diperbarui: 12 Maret 2021   21:34 118 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nyepi Saatnya Mematut Diri
ilustrasi pribadi

Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1943 jatuh pada hari Minggu 14 Maret 2021 yang akan diperigati oleh Umat Hindu, menurut I Gusti Ngurah Sudiana dari Parishada Hindu Dhrma Indonesia Bali manusia diminta mengevaluasi diri dan merenung tentang apa yang sudah dilakukan untuk diperbaiki di kemudian hari.

Menjadi sangat menerik kemudian jika Nyepi itu dilakukan ditengah hiruk pikuknya perhelatan dunia bahkan semakin lama semakin tidak membuat manusia menjadi faham akan Tuhanya, bahkan cenderung manjadi lalai bahwa dirinya itu adalah manusia yang memiliki Tuhan.

Ini yang kemudian menjadi hal yang sangat bertentangan akan makna harfiah Nyepi dengan keadaan dunia yang tidak pernah sama sekali sepi, bahkan dua puluh empat jam dunia tidak pernah tidur untuk sekedar berhenti sejenak, mematut diri. 

Hakekat Nyepi itu sendiri sesungguhnya adalah berhenti dalam segala aktifitas, berkumpul dengan keluarga, bersama-sama tanpa suara, dalam hening, sunyi senyap meditasi untuk dapat langsung berkomunikasi pada Tuhan.

Tentu saja prosesi berkomunikasi pada Tuhan akan memudahkan kita semua bermunajat dan sekaligus mengadukan atas perbuatan yang pernah dilakukan, mengintrospeksi atas perbutan yang dilakukan, dan mematut diri untuk selanjutnya menjadi suci melangkah menyongsong dunia di kemudian hari.

Ini menjadi sangat berat dilakukan dalam kondisi dunia hingar bingar jika tidak memiliki niat yang kuat untuk mematut diri di hadapan Tuhan ketika Nyepi.

Tentunya Nyepi dalam konteks mematut diri sebetulnya tidak hanya ketika keberlangsungan Nyepi setiap tahun, bahkan sepanjang hidup mesti memiliki waktu untuk mematut diri berhenti sejenak, dan selanjutnya melangkah tegap dengan ruh Nyepi selalu di dalam jiwa.

Pada suatu kesempatan sebelum almarhum Bapak, kami semua terutama saya selalu mendapatkan wejangan-wejangan baik melalui telpon.

Bahkan setiap kali kami berkunjung tidak bosan-bosannya Bapak menesahati berkali-kali, berulang kali, dan temanya tidak pernah berubah ketika saya belum berkeluarga sampai saya sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Nasehat itu mengalir terus dan terus disampaikan pada kesempatan kami ditelpon atau datang ke kampung, duduk dan berhadapan dengan Bapak sepanjang malam.

Ketika di kampung adalah hal yang menyenangkan tanpa bosan dengan cerita mengalir tentang petuah, pengalaman ditempat kerja Bapak, tentang saudara-saudara di kampung, tentang Mbah almarhum dan tentang apa saja saya dengarkan sampai larut malam, ada rasa dan nuansa bahagia raut wajah Bapak ketika nasehat itu tersampaikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x