Mohon tunggu...
Badiatur Roqibus Syafaah
Badiatur Roqibus Syafaah Mohon Tunggu... admin dari roqibus.com

Saya suka nulis udah gitu doang dah.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Korupsi Putih dan Korupsi Hitam

27 April 2019   11:28 Diperbarui: 27 April 2019   11:34 43 1 1 Mohon Tunggu...

Entah tanpa di ketahui korupsi di indonesia sangat lumrah atau sampai menjadi tradisi yang kurang baik pastinya. Entah di kalangan elit politik dan juga kalangan para teri teri di bawah, yang juga memiliki tradisi kurang baik  ini. Entah apa yang mereka Fikirkan.

Menurut katadata.co.id indonesa pada tahun 2018 menduduki nomer 4 di asean, negara tingkat korupsi yang menggeserkan negara thailand yang dulunya menduduki nomer ini sekarang turun ke nomer 6.  Hasil survei Transparency International mencatat IPK Indonesia pada 2018 naik 1 poin menjadi 38 dari skala 0-100. Sementara IPK Thailand turun 1 poin menjadi 36.

Dilihat dari data tersebut semua orang yang berada di kursi pemerintah saling berlomba lomba untuk melakukan perilaku keji seperti ini, tak sedikit yang benar benar mewakili rakyat, menjadi jembatan masyarakat indonesia kita ini.

Korupsi sendiri di indonesia tidak pernah kehabisan akal, dengan kedok sebagai orang yang pintar, sok merakyat dengan mengaku mewakili rakyat indonesia dan atas nama indonesia, dengan jas hitam dan dasi yang rapi.

Dan yang paling parah sekarang para tikus-tikus bukan hanya berkedok dasi dan jas saja, sekarang mereka menjadikan trend baru dengan berpakaian baju koko putih bersih, mengambil kedudukan penting untuk mengmbil uang-uang rakyat.

Paling parah para koruptor menggunakan kedok ustad dengan surban dan gamis yang membuat para rakyat melihatnya layaknya orang alim tanpa dosa.

Entah apa yang di fikirkan mereka para koruptor yang tanpa hentinya membuat cara agar mereka bisa mendapatkan hasil yang banyak, bukan malah jerah tidak mau ngulangi lagi. yang anehnya lagi di tangkap malah senyum senyum di kamera dengan gaya sok keren mereka. apa gak ada otak mereka.

Korupsi sendiri membuat negara kita menjadi kerugian yang cukup besar, dan salah satu faktor membuat negara kita menjadi miskin. layaknya kasus korupsi penerbit izin Usaha Pertambangan (IUP) yang KPK mentapkan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi sebagai tersangka, dan negara pada kasus ini mengalami kerugian hingg Rp 5,8 triliun dan 722 ribu dolar AS. ada lagi seperti Kasus E-KTP yang sempat viral dan negara mengalami kerugian mecapai Rp 2,3 Triliun. (sumber suara.com)

Siapa yang terkena dampaknya?

pasti rakyat !

Apa sangsi untuk para koruptor di tanah air kita terlalu ringan, hingga para koruptor yang lain masih belum jerah. Jika kit menoleh di negara tetangga kita yang menetapkan hukuma mati bagi para koruptor. Sejak tahun 1961, Malaysia sudah mempunyai undang-undang anti korupsi bernama Prevention of Corruption Act. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN