Mohon tunggu...
Guruji wa
Guruji wa Mohon Tunggu... Induk Art Terapis - konsultan - penulis

"Tak perlu jadi tercemerlang, keindahan konfigurasi rasi bintang di langit tercipta, semua bintang bersahaja bersinar, satu dan lainnya tidak merasa lebih" ---Gurujiwa--

Selanjutnya

Tutup

Humor

Gegara Ngopi Terpikat Barista Cantik

26 Oktober 2020   12:34 Diperbarui: 26 Oktober 2020   12:59 37 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gegara Ngopi Terpikat Barista Cantik
Foto Prahesti Tirta, kopi Fo.kus

Tiba saatnya ngopi

Manoppo suntuk

dan berjalan tersaruk masuk di kedai kopi Fokus.Padahal ia sedang tak bisa fokus. Urusan perijinan usahanya terbelit di pemda sana sini, padahal di pusat beres. Ia berharap Omnimbus Law bisa berjalan dan berpihak pada pengusaha Indonesia wilayah timur, seperti dirinya.

"Mbak, kopi murni single originnya ada apa?", tanyanya tak sabaran kepada pelayan juha barista Disitu.

"Adanya kopi kekinian Om,  kopi  susu gula aren, espresso", jelas gadis ayu itu sambil memainkan mata ramahnya.

Manoppo masih cemberut, si Mbak barista kopi mulai tersenyum. Lama lama makin manis. Gaya sangar pria bermuka tirus ini pun lumer. Melembut.

"ini ada kopi lanang, kopi mandor, maksudnya apa ya ?", jerat manoppo taktis.

"Ya, kalau mandor pasti lanang lah pak,  masak ibu ibu", sergah si pelayan ayu, tertawa kecil memancing. Lalu keduanya tertawa lebar.

Singkat cerita, Manoppo memesan kopi tubruk mandailing pahit yang rosting-an kopinya agak kasar. Sempurna. Waktu pun berjalan lambat. Kedua lanang - wadon beda generasi dan status berbincang seru. Saling meledek. Ada benih simpati dan suka menit itu juga.

Lalu telpon berdering. Manoppo mengangkat HP -nya. Lulu Karimor, istri mudanya memanggil.

"Sst maaf, sayangku, cintaku, aku ketemu klien penting ada proyek, sip nanti pulang langsung, janji nggak nakal...", jawab Bapak paruh baya itu cemas ketahuan setengah berbisik.

"Siapa yang telepon Om, istri apa yayangnya nih?", pancing Si barista berkulit kuning mulus yang di papan namanya tertulis nama Helena, aha, sungguh secantik namanya.

"Oh, ow, sekretaris kantor. Biasa, kami sedang mencari sekretaris pribadi..", kata Manoppo sekenanya.

"Mau dong Om, jadi sekretaris Om, bosen nih Om jadi barista capek, gajinya kecil.",keluh Helena manja.

"Ya, ya bisa saja. Tapi sekretaris pribadi kerjanya 24 jam lho. Kamu siap kah, syaratnya harus lajang", tekan Manoppo lagi.

Helena senyum senyum lucu mau. Gadis Abg ini heran dengan dirinya, kenapa ia memberi peluang pada Om - Om yang nyaris seumur bapaknya. Padahal ganteng tidak keren juga tidak. Cuma perlente aja nampaknya.

Manoppo senyum penuh arti. Pucuk dicinta ulam tiba !

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x