Mohon tunggu...
Profil
11.398 Poin
"Sebagai Pemanah Waktu kubidik jantung masa lalu dengan kegembiraan meluap dari masa depan sana. Anak panah rasa melewati kecepatan quantum cahaya mimpi" ---Gurujiwa--
Bergabung 01 Agustus 2020
Statistik
803
117,027
553
4,580
1
311

Label Populer

+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Gurujiwa
28 April 2022 | 3 minggu lalu

Apalah Arti Menunggu

18 tahun lalu Bahkan kita terpentang jauh Sebagaimana layang-layang soangan Memburu angin jodoh Syukurlah kita bertemu Jodoh sejati KU

Novel
52
9
0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Gurujiwa
22 Februari 2022 | 2 bulan lalu

Kucium Kakimu yang Tercium Lumpur Sawah di Kakiku

Ketika kucium juga tangan mu. Sejatinya aku mencium kekotoran niat dan laku lancang

Puisi
70
4
2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Gurujiwa
23 Januari 2022 | 3 bulan lalu

Ambil Kekasihku Demi Waktu

Aku tahu kekasihku Pulang padamu Tapi ku tak cemburu, Justru menggebu menyerahkan segala wangi cantiknya kehalusan warna nada suaranya saat menyanyi orkestra cinta di panggung hidup Penuh tepuk tangan Untukmu Aku tahu kekasihku Kembali dalam pelukan hangatmu Penuh pikat Sehingga mungkin sudah melupakan seluruh peluh kenangan akan aku Sampai habis terkikis jaman, Tapi aku tak risau Bahkan gemetar sedikitpun Aku tahu kekasihku Kini bukan milikku Tak jua secuil kenangan manis tersisa Di sajian upacara teh sore, Tak ada apa apa lagi disini Kecuali rintih Jerit parau Hati yang sendiri Dimakan sepi Bila puisi ini obat Bila lagu yang kucipta ini jamu Bila lukisan masterpiece tentang kamu adalah candu jiwa Kenapa aku tak boleh berharap bertemu kekasih Yang bisa mencintaiku Seperti kumencintainu Dulu Kekasih Bila ku kau panggil pulang Apakah jejak cinta kami Akan terbaca Di puisi Lagu Lukisan berjiwa kisah cinta kami Atau jejak kasih mesra kami Akan hilang disapu angin waktu?!. (gurujiwa, Ambilah Kekasbihku Demi Waktu, 22012022,22.38)

Puisi
66
7
1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Gurujiwa
06 Januari 2022 | 4 bulan lalu

Sebatin Sejiwa tapi Tak Bersama

Tetes hujan masih saja jatuh. Berguguran layaknya airmata bidadari tersesat di bumi

Puisi
48
5
1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Gurujiwa
06 Januari 2022 | 4 bulan lalu

Karena Korupsi Trilyunan Waktu, Akhirnya Di Penjara Rasa

Aku terbangun keras dari tidur siang yang pulas Kota yang kuakrabi sejak lahir, berubah esktrim Warna rumahnya kusam tua semua Langitnya abu abu membesi Jalanannya pun berbatu koral Lumpur merah disana sini Aspal hotmix-nya Entah dikelupas raksasa misterius dari negeri belahan mana?. Nalar dan pikirku tak kunjung sinkron Mengapa kenangan visual akan lingkungan tempat ku dibesarkan bisa berbeda Bumi dan langit, Apakah aku berjalan disisi berbeda Dari jalan lurus kampung paralel Dimensi sebelah dari realita hari biasaki Apakah aku terpelanting masuk portal. Masa lalu yang tak. Kusadari Atau ini hanya efek kurang kopi seharian ini?. Sepatu sobekku tertatih berjalan melewati jalan tak ada ujung ini. Entah kemana semua kendaraan bermotor, mobil, motor tak kulihat juga tak kudengar raung bisingnya, sedari tadi. Suasana sungguh hening Sebening beningnya Sampai daun jatuh pun akan tertangkap telingamu Dari jauh kudengar ringkik sekumpulan kuda menderap Menderu ke arahku, lalu sekumpulan marsose, prajurit VOC Belanda sontak. Mengepung ku dengan senapan laras panjang membidik. Dadaku, Ujung bayonetnya berkilauan mengancam leher nyaliku "Tangkap dia, ektrimis inlander teman si Pitung! ", kata sang komandan. Pasukannya segera turun dari pelana kudanya. Lalu dengan sadisnya, mereka mengikat tanganku dengan tali ijuk kuat kuat. Segera kulit tanganku. MemerahMemerah, sakit, berdarah. Dengan kasar dan jumawanya aku diseret dengan tali harus mengikuti kecepatan kuda berlari, badanku terjatuh, terseret, kulitku koyak disana sini. Pedih juga amat perih. Tanpa salah, tanpa ampun aku dijebloskan ke dalam penjaranya yang gelap dan bau. Kencing kuda. Aku terjatuh, kepalaku terbentur dinding sel sempit itu. Memuakkan!. Pelan pelan seiring sinar surya masuk dari celah celah penjara berpendingin ruang mewah itu, kulihat badanku memakai baju rompi oranye tahanan KPK. Hah? !. Kenapa aku berpindah ke tempat lebih bejat ini, padahal aku tak korupsi apa apa, hanya korupsi waktu. Apakah Korupsi waktu adalah penghianatan paling tak termaafkan di abad edan ini?!.

Lyfe
47
2
2
LAPORKAN KONTEN
Alasan