Mohon tunggu...
Azhar Zuanda
Azhar Zuanda Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Dakwah dan Politik

24 Mei 2019   01:08 Diperbarui: 24 Mei 2019   03:37 0 0 0 Mohon Tunggu...

Dakwah Islam merupakan suatu aktivitas komunikasi sehingga atas keberhasilannya tergantung kepada beberapa komponen yang mempengaruhinya, yakni seorang da'i yang tugasnya menyampaikan pesan, mad'u yaitu orang yang menerima pesan dari sumber, materi tentang dakwah sebagai pesan yang akan disampaikan, media dakwah sebagai suatu sarana yang akan dijadikan sebagai saluran dakwah, dan metode dakwah sebagai cara yang digunakan untuk berdakwah. 

Adanya semua antarunsur tersebut diharapkan agar tujuan dakwah bisa tercapai secara maksimal. Melihat perkembangan zaman yang semakin dewasa ini, komponen-komponen terhadap dakwah tersebut juga diharapkan mengikuti perkembangan zaman agar suatu aktivitas dakwah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai satu elemen tersendiri bagi proses modernisasi. 

Dakwah menurut pandangan agama mengandung arti suatu panggilan dari Tuhan untuk semua manusia yang ada di bumi agar percaya terhadap ajaran Islam dan mau mewujudkan ajaran Islam dalam kehidupannya. Diyakini oleh seluruh umat Islam, bahwa tugas dari diciptakannya Nabi Muhammad adalah untuk mendakwahkan agama Islam. Dalam konteks tersebut, kegiatan dakwah dapat mengambil dua bentuk, yakni dakwah struktural dan dakwah kultural.

Dakwah kultural merupakan dakwah yang memiliki cara dengan mengikuti budaya-budaya kultur masyarakat setempat dengan memiliki tujuan agar dakwahnya dapat diterima dengan baik di lingkungan masyarakat setempat. 

Dakwah kultural dapat juga diartikan sebagai kegiatan dakwah dengan terfokus memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas dalam rangka menghasilkan kultur baru yang bernuansa Islami atau kegiatan dakwah dengan memanfaatkan adat, tradisi, seni dan budaya lokal dalam proses menuju kehidupan Islami. 

Dakwah sesuai ragam kehidupan keagamaan sebagai proses sosial budaya itulah yang disebut dakwah kultural. Perubahan dari dakwah ini dilakukan secara bertahap, sesuai kondisi sosial-budaya masing-masing orang dan masyarakat. Hal ini didasari atas pandangan bahwa kekaffahan Islamnya seseorang atau masyarakat itu mudah, menyenangkan, dan menggembirakan yang bisa dilakukan setiap orang selama masa hidupnya. Keberagaman sebagai proses sosial-budaya inilah, yang disebut sebagai Islam Kultural.

Dakwah struktural merupakan gerakan dakwah yang berada dalam kekuasaan. Aktivis dakwah struktural bergerak mendakwahkan ajaran Islam dengan memanfaatkan baik struktur sosial, ekonomi maupun politik guna menjadikan Islam menjadi ideologi Negara sehingga nilai-nilai Islam menyatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Negara dipandang sebagai alat dakwah yang paling strategis. Dakwah stuktural memegang tesis bahwa dakwah yang sesungguhnya adalah ajaran Islam yang berusaha mewujudkan negara bangsa yang berdasar atas Islam, para pelaku politik menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam perilaku politik mereka, serta penegakan ajaran Islam menjadi tanggung jawab negara dan kekuasaan. Dalam perspektif dakwah struktural, negara adalah instrumen paling penting dalam kegiatan dakwah.

Dakwah dapat berlangsung dalam kehidupan manusia, termasuk dalam arena politik kenegaraan. Secara umum dapat dikatakan bahwa politik dakwah tidak lain dari segala jenis kegiatan manusia yang berkaitan dengan masalah kekuasaan. 

Dalam pandangan Islam, politik hanyalah salah satu medium untuk mencapai tujuan dakwah. Bukan sebaliknya, dakwah justru dijadikan medium untuk mencapai tujuan politik. Sudah sering konsepsi dakwah dirumuskan, bahwa dakwah diselenggarakan dan dilakukan untuk membantu da'i memahami tujuan dan metode dakwah yang tepat. Jelas bahwa dakwah dapat membicarakan masalah metode dan teknik dakwah maka al-Qur'an dan Sunnah adalah sumber utama untuk pedoman.

Para ahli sepakat bahwa perkembangan pemikiran politik mempunyai hubungan langsung yang tidak terpisah dengan perkembangan sejarah, hal ini dibuktikan dengan jelas dalam "Pemikiran Politik Islam" dimana sejarah Islam itu sendirilah yang membawa dan mencetuskan "Politik Islam" dengan "Sejarah Islam" sejalan dengan masing-masing saling menyempurnakan ibarat darah dan daging.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3