Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi l Kepada Yth. Diriku

16 Juni 2019   07:42 Diperbarui: 16 Juni 2019   07:52 0 9 2 Mohon Tunggu...

Aku menulis surat kepada diriku, bertanya keadaan diriku. Aku menjawab pertanyaan diriku kepada diriku, bahwa aku masih menulis puisi walau aku tahu seribu puisi tak dapat ditukarkan dengan sebuah Mercy

Bodoh sekali kamu, aku menghujat diriku. Tidak juga, jawabku, yang Bodoh adalah penjual mobil Mercy, kalau ia mau menukarkan mobilnya dengan seribu puisi

Aku juga menanyakan kesehatanku. Aku menjawab, bahwa sudah setengah tahun ini aku tidak merokok 

Dilarang dokter? Tanyakan pada diriku. Tidak juga, jawabku. Aku mengikuti saran pabrik rokok. Pabrik rokok menulis, bahwa "merokok dapat membunuhmu". Maka aku tak merokok lagi, karena aku lebih percaya pabrik rokok daripada dokter. 

Sekian. Kalau ada kata-kata yang salah, mohon dikirim segelas kopi

Hormat diriku

Tanda tangan

( Diriku) 

NB. 4 x 4= 16. Sempat tidak sempat harap dibalas. 

Cilegon, 2019