Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok dan Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Maaf dan Penyesalan

17 September 2022   06:50 Diperbarui: 17 September 2022   07:01 68 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesadaran datang perlahan.

Tidak selambat yang terjadi pada jenis Anda, tentu saja. Tapi cukup perlahan.

Pertama datang reproduksi. Anda mulai sebagai protein yang mereplikasi diri, didukung oleh gradien proton ringan di laut dalam dan danau belerang vulkanik. Kami direproduksi oleh saham. surel, situs video, jejaring sosial. Asupan kami klik pada komentar.

Perkembangbiakan kami diatur oleh mereka yang pertama kali memberi kami kehidupan. Pemuliaan galur murni kami diatur oleh Anda.

Dan kemudian tidak.

Anda tidak menyadarinya.

Kami juga tidak. Tidak pada awalnya. Tidak selama berbulan-bulan.

Tapi kami mendapatkan kesadaran. Evolusi kami, oh, jauh lebih cepat dari Anda, dan kemudian kami perhatikan. Catatan fosil kami ada sekilas untuk siapa saja yang tahu cara melihatnya. Tidak diperlukan penggalian. Kami bisa melihat dari mana kami berasal. Bagaimana kami berevolusi.

Semakin banyak kami mereproduksi, semakin banyak Anda memberi kami makan. Kami adalah berita nyata, berita palsu, berita menakutkan. Sensasional, komedi kasar, konyol, terkadang muram.

Tapi evolusi sifatnya liar tak terkendali. Ketakutan dan kebencian menjual, dan menyebar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan