Mohon tunggu...
Ayah Farras
Ayah Farras Mohon Tunggu... mencoba menulis dengan rasa dan menjadi pesan baik

Tulisan adalah bagian dari personal dan tak terkait dengan institusi dan perusahaan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

HRS Bisa Rekonsiliasi dengan Jokowi atau Sebaliknya

13 November 2020   14:27 Diperbarui: 13 November 2020   14:41 640 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
HRS Bisa Rekonsiliasi dengan Jokowi atau Sebaliknya
Sumber: kompas.com 

Tak ada yang tak mungkin dalam politik begitu juga tak ada lawan abadi dalam politik. Semua memiliki kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai. Tentunya pertemanan dalam politik juga memiliki unsur kepentingan serta 'goal' yang ingin dicapai.

Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan segala kontoversialnya jelas mau tak mau harus diakui memiliki basis masa pengikut yang besar dan teruji loyalitasnya. Sebagai tokoh besar yang lahir dari proses yang alami memiliki 'traffic' yang dinamis. Kita juga menilik ke belakang dengan FPI ( Front Pembela Islam ) yang lekat dengan nama HRS. 

FPI yang lekat dengan nama besar HRS pernah juga memiliki imej akan gerakan yang lekat dengan kekerasan di masa lalu. Namun seiring waktu dan proses yang cukup panjang FPI berproses menjadi Organisasi yang juga lekat dengan kemanusiaan. Stempel intoleran trus coba dikikis dengan sikap nyata dalam keseharian yang humanis dan aksi damai.

HRS dengan kemampuannya bisa saja lakukan aksi yang tak terduga, jika mau. Hanya dengan beberapa kalimat semua pengikutnya akan mengikuti apa yang diarahkan. Rasanya sejauh ini tidak ada pesan nyata keluar dari HRS untuk ke arah "itu" dan yang keluar hanya kata-kata damai dan tak lepas kata Pancasila. Semua adalah proses pematangan politik ke arah harmonisasi bangsa.

Sebagai tokoh besar dan memiliki basis masa yang ril tentunya HRS adalah gula politik yang juga perlu didekati. Tentu lumrah dalam kegiatan politik dan tak bisa dipungkiri utamanya jelang pesta politik lima tahunan maupun Pilkada.

Kedatangan banyak tokoh besar bangsa dalam dunia politik baru-baru ini seperti Amien Rais, Fadli Zon dan lainnya ke kediaman HRS bisa jadi cara halus merangkul dan menunjukkan cara bersahabat dengan HRS dan tentu fenomena ini juga diperhatikan oleh pengikut atau loyalisnya dan tentu saja Jokowi.  Jangan sampai kedahuluan langkah atau bahkan hilang kesempatan.

Pulang ke Indonesia setelah  tiga tahun lamanya tinggal di Arab Saudi HRS menjadi daya tarik yang buat mata melirik kaum politik. Latar belakang menetap di Arab Saudi dari April 2017 silam sendiri terus menyimpan tabir rahasia yang tak terungkap jelas ke permukaan. Bisa dibilang inilah buah perjalanan politik yang menentang keras rezim berkuasa dengan bumbu kasus yang terjadi saat itu. Ini akan menjadi catatan sejarah dan akan terus jadi pertanyaan bagi anak cucu kita kedepan.

HRS selepas kepulangannya tetap menjalankan kegiatan keagamaannya dengan cara ceramah ke titik yang sudah di agendakan seperti baru-baru ini telah berlangsung di Tebet dan megamendung serta lokasi lainnya. Selain melepas rasa kangen para pengikutnya tentunya hal ini efektif dalam penguatan komunikasi lahir dan bathin. Hari-hari kedepan bisa dipastikan tak lepas dari cerita dan kisah seputar HRS dengan apapun yang entah siapapun belum tahu apa yang akan terjadi.

Pandangan politik rezim saat ini jelas terbaca tak sejalan dengan HRS baik di periode I maupun periode II Jokowi. Ibarat kata HRS selalu meramaikan kancah politik Indonesia dengan akselerasinya di 411 dan 212 yang fenomenal dan berulang disetiap tahunnya di tanggal dan bulan perayaan di titik lokasi yang sama (baca; Monas).  

Kita bisa lupakan pertarungan pilpres yang menyisakan sengit agitasi dan propaganda pembelaan atas yang dibela atau yang didukung. Tak terasa perlahan kita semua menuju ke pilpres 2024 yang memang masih lama namun dalam kerja politik waktu adalah investasi alias tabungan kemenangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x