Mohon tunggu...
Atanshoo
Atanshoo Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa Administrasi Perkantoran. Memiliki hobby menulis, untuk menyalurkan kegelisahan terkhusus pada kategori Humaniora dan Lyfe

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Berpura-pura Terbiasa Tanpamu

29 Januari 2024   19:40 Diperbarui: 29 Januari 2024   19:40 58
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Allef Vinicius on Unsplash

Berpura-pura Terbiasa Tanpamu

(Atanshoo)

Di pagi yang datang, aku berbisik lirih,  
"Aku sudah terbiasa tanpamu." Begitu kataku  
Namun di sudut hati lainnya, ada suara yang berbeda,  
Menunggu, berharap, dalam diam tak terkata.

Jalan yang kulalui, tawa yang terdengar,  
Bahkan secangkir kopi pahit di pagi hari, semua mengingatkanku padamu.  
Kucoba sibuk, kucoba tertawa, kucoba jalani hari,  
Namun hatiku selalu terasa ada yang hilang dan kosong.

Sore di taman kita, tempat kenangan bercerita,  
Duduk aku sendiri, menarik napas panjang dalam-dalam.  
"Baik-baik saja," kubohongi diri sendiri,  
Padahal di dalam, masih menunggu langkah yang tak kunjung datang.

Malam ini, di kamar yang sunyi, aku menulis,  
Sebagai pengingat bahwa harapan masih bersarang di hatiku.  
Berkali-kali kubilang, "Aku terbiasa tanpamu,"  
Namun sebenarnya, masih ku nantikan kembalimu.

Aku tidak tahu, sampai kapan akan menunggu,  
Atau apakah harus berhenti dari penantian ini.  
Hari ini, aku akui, belum sepenuhnya biasa tanpamu,  
Dan itu tidak apa, itu manusiawi.

Kata-kata yang kutulis, langkah kecil menuju penerimaan,  
Bahwa mungkin, menunggu bukan jawaban dari semua.  
Namun kini, menunggu adalah cara hatiku berbicara,  
Masih peduli, masih berharap, di setiap detik yang terlukis.

Mungkin suatu hari, kekuatan akan datang,  
Untuk benar-benar melepaskan dan melangkah pergi.  
Namun sampai saat itu tiba, aku akan terus menulis,  
Terus merindu, terus menanti, dalam diam yang berbicara.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun