Mohon tunggu...
Asa Rahmadi
Asa Rahmadi Mohon Tunggu... Laki-laki

Mahasiswa Kimia yang nggak kimia kimia banget

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Aktivitas Buang Air Besar Terganggu karena Skripsi

4 Juni 2020   06:18 Diperbarui: 4 Juni 2020   08:38 12 1 0 Mohon Tunggu...

Tahun 2020 sudah memasuki bulan Juni, yang mana semakin dekat dengan pengumpulan skripsi untuk wisuda bulan September. Setiap hari tidak ada lagi kegiatan selain memandangi laptop dengan koneksi dari waifi ataupun kuota pribadi yang diberikan cuma-cuma oleh kampus sebagai kompensasi. Hal ini membuat beberapa hal esensial dalam kehidupan sedikit terganggu seperti waktu tidur dan jadwal berak.

Gara-gara pandemi banyak hal gagal terealisasi, keinginan untuk menyelesaikan penelitian sebagai bahan penulisan skripsi harus terhenti. Salah satu hal yang saya sesali karena tidak memulai penelitian lebih dini, akhirnya penelitian terhenti ditengah jalan sebelum sempat hasilnya saya nikmati. Saya pun memilih pulang ke kampung halaman sebelum keadaan menjadi semakin tidak terkendali.

Selama di rumah tidak banyak yang saya lakukan, selain mencoba mengutak-atik software untuk melakukan simulasi penelitian agar mendapatkan sedikit data meskipun hanya prediksi. Sembari menunggu kabar pasti tentang bagaimana penulisan skripsi yang penelitiannya harus terhenti karena pandemi. Kabar yang dinanti akhirnya tiba di bulan Mei, sebuah pedoman metode review jurnal untuk penulisan skripsi.

Semenjak kabar itu tiba, semakin intens saya duduk di depan laptop, mencari jurnal yang sesuai dengan topik skripsi, menterjemahkannya agar mudah dipahami. Sejalan dengan intensnya saya duduk di depan laptop, waktu tidur pun mulai berantakan, yang mana sejatinya sudah bisa tidur sekitar jam 1 dini hari, berangsur turun menjadi jam tiga, setengah lima, bahkan sampai matahari sudah menampakkan diri. Hal ini juga mempengaruhi kebutuhan jasmani lainnya yaitu membuang tai.

Awalnya bukan menjadi masalah besar ketika waktu tidur mulai awut-awutan, tetapi mulai menjadi masalah ketika bangun di waktu yang kurang tepat, misalnya di sore hari. Saat terbangun, tubuh secara tidak sadar memerintahkan kita untuk ke kamar mandi, entah untuk buang air kecil ataupun sekalian mandi. 

Disaat seperti ini, biasanya tahi juga mengkode otak, meronta-ronta ingin dikeluarkan ke bumi. Alhasil, bukan menjadi kolaborasi yang tepat karena berak di sore hari artinya merelakan kenikmatan berak yang haqiqi terganggu oleh orang-orang yang sedang mengantri untuk menggunakan kamar mandi.

Biasanya saya memilih untuk menahannya, menunggu waktu yang tepat agar dapat lebih menikmati. Namun yang sering terjadi, saya malah lupa kalau ingin mengeluarkan tai, akhirnya jadwal berak tertunda di lain hari. Hal ini menyebabkan masalah lain muncul, yaitu susahnya tai keluar sehingga membutuhkan tenaga ekstra yang terkadang sampai meneteskan keringat dari pelipis ke pipi. Sebuah ironi, karena terlalu memikirkan tentang skripsi saya sampai lupa untuk merawat diri, dari hal terkecil seperti membuang tai.

Sayangnya apa yang dikatakan orang-orang benar adanya, impian memang tak seindah reality. Hal ini terbukti dengan semakin buruknya waktu tidur apalagi setelah idulfitri, yang menyebabkan saya baru bisa tidur sore hari dan terbangun dini hari. Bayangkan, sudah berapa dosa tercatat di pundak sebelah kiri gara-gara terlalu fanatik menulis skripsi. Belum lagi jadwal berak yang kian tak pasti, siapa juga yang mau berak dini hari dikala bulan ramadhan telah pergi, yang ada bukannya menikmati malah berak dengan bulu kuduk berdiri karena merasa dihantui.

Memang benar skripsi harus segera diakhiri apalagi waktu wisuda kian mendekati. Namun, jangan sampai kita mengorbankan kesehatan diri apalagi harus mengganggu "Beraktivity", yang ada masalah lain akan banyak menghampiri. Sekian dan jangan lupa mengeluarkan tai.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x