Mohon tunggu...
Arulia Posa
Arulia Posa Mohon Tunggu... Guru - Teacher in Literature and Humanities

Education is my world. Literature is my entertainment. Making as many networks as possible is my way of getting to know various human characters. Exploring the world of children by telling stories and storytelling makes me more excited. Humans are social creatures, cannot live alone without the help of others. If we give, one day we will receive. Not because they want to get a reward for what has been given, but because God's law is like that. If we do good, other people will do good to us. Always believe that what God gives is the best for life, not only for now but also for the best in the future.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rinduku, Rindumu, dan Rindu kita

26 Juli 2022   07:30 Diperbarui: 26 Juli 2022   11:24 105 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

                                                         

Mentari pagi ini begitu cerah 

Hangatnya sinar menemani rasa rindu dalam dada

Tak menyapa bukan berarti hati tak merindu 

Tak memandang pun bukan berarti tak sayang

Tak dekat bukan berarti enggan mendekap 

Mencintaimu cukup dengan hatiku 

Untuk bisa memilikimu selalu kututurkan dalam doaku

Bohong jika raga ini tak ingin ditemanimu

Tak benar bila setiap detik tak memikirkanmu 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan