Mohon tunggu...
Muhammad Azry Zulfiqar
Muhammad Azry Zulfiqar Mohon Tunggu... Ilustrator - Independent Writer

Coffee, Fee, Fee muhammadazry34@gmail.com Blog: https://horotero.wordpress.com/ Bekerja dan mencuri waktu berselingkuh dengan menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Logika, Dunia Ghaib dan Perdukunan

29 Agustus 2022   09:00 Diperbarui: 29 Agustus 2022   09:01 487
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apakah memang ada yang namanya sihir? atau setidaknya kesaktian-kesaktian yang bisa mengirimkan sesuatu tanpa media? zaman dahulu pun, santet dan sihir serta apapun yang berkaitan dengan dukun dan paranormal memang ada dalam kisah-kisah banyak orang. Faktanya seorang Nabi Musa pun pernah berhadapan dengan beberapa penyihir yang menghalangi jalannya. Juga beberapa kisah-kisah santet dan sihir yang benar-benar aneh layaknya dirundung dari jauh serta  tak bisa dibuktikan secara medis.

Lalu dengan dunia ghaib? memang banyak sekali kesaksian-kesaksian orang yang mungkin mengaku melihat hantu, jin ataupun hal-hal ghaib. Lalu dimanakah masalahnya? apakah memang manusia bisa melihat yang ghaib? atau setidaknya adakah manusia yang bisa diberi kemampuan untuk diperlihatkan hal tersebut? pembuktian masih menjadi alasan-alasan untuk dunia ghaib. 

Ya, meskipun dalam Kitab Suci memang ada dan faktanya hal Ghaib itu memang banyak disebutkan pada Kitab Suci Kita. Namun, tidak ada penjelasan kemampuan manusia biasa untuk bisa melihat jin dan dunia ghaib.

Namun, seiring berjalannya waktu pun saat ini sepertinya sudah banyak sekali kontradiksi pemikiran yang melawan atau bahkan tak mempercayai hal-hal tersebut. Dimulai dari perkembangan zaman, entertain yang menarik, kemajuan teknologi yang sepertinya membius banyak orang untuk setidaknya tak menghiraukan hal tersebut.

"Hari gini masih percaya gituan? mitos ah, takhayul banget! zaman udah maju juga!" ucap banyak orang.

Bahkan sejak dahulu, mengenai rencana undang-undang santet pun banyak menimbulkan kontroversi. Apa itu? tidak bisa dibuktikannya secara medis adalah penyebabnya. Untuk dunia ghaib, ini pun juga tak bisa dibuktikan secara logika. Lalu bagaimana dengan bukti dari perdukunan, foto dan media yang diperlihatkan dari alam ghaib? ingat, tak semuanya benar-benar asli.

Buktinya? semua sedang ramai tentang kisah seorang pesulap melawan ikatan perdukunan yang konon tak cuma beberapa orang. Ini mungkin membuktikan bahwa trik, manipulasi dan pemalsuan bisa saja terjadi. Sekalipun sihir, ghaib dan perdukunan memang ada, namun faktanya yang palsu pun juga banyak. Maka memang saat ini sedang terbelah menjadi dua dari sisi asli dan palsu.

Berita tentang penggandaan uang, penyembuhan penyakit, pemindahan transfer penyakit kepada hewan atau media lain serta santet pun memang sudah tak dianggap 'luar biasa' seperti zaman dahulu. Munculnya berbagai pengakuan karena penipuan dan terbongkarnya trik ini semua pun menjadi santer di kalangan publik. Sehingga muncul ketidakpercayaan dan kontradiksi untuk dunia ghaib dan perdukunan.

Memang benar, berbicara apapun kadang manusia lekat dengan logika. Khususnya untuk perdukunan, beberapa hal lucu menggelitik pun banyak kok. Misalnya, banyak dukun protes karena Mereka tak mendapat pelanggan seperti biasanya. Apa yang lucu? mengapa bisa protes? bukankah Mereka bisa menggandakan uang dan menghasilkan uang dengan pesugihan yang menjadi media mereka saja? mengapa masih butuh uang pelanggan? ini baru soal uang, ini belum mencakup hal-hal yang menggelitik lainnya.

Dunia ghaib memang diluar logika, namun jika sudah masuk kepada ranah perdukunan maka semuanya masih bias. Jujur saja, untuk membuktikan kekebalan, khodam, sihir dan apapun itu pun faktanya sudah banyak dibongkar. Untuk sekedar percaya pun sepertinya masih sulit untuk saat ini. Namun, memang tak bisa dipungkiri bahwa dunia ghaib itu ada. Karena memang mempercayai yang ghaib adalah keyakinan yang berasal dari kitab suci.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun