Mohon tunggu...
Agung Webe
Agung Webe Mohon Tunggu... Penulis - Penulis buku tema-tema pengembangan potensi diri

Buku baru saya: GOD | Novel baru saya: DEWA RUCI | Menulis bagi saya merupakan perjalanan mengukir sejarah yang akan diwariskan tanpa pernah punah. Profil lengkap saya di http://ruangdiri.com

Selanjutnya

Tutup

Horor Pilihan

Lampor: Pasukan Berkuda Ghaib Sungai Gajahwong

21 April 2024   01:26 Diperbarui: 21 April 2024   01:29 181
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pic: https://gosulsel.com/

Di tepian Sungai Gajah Wong, airnya mengalir lembut membelah desa yang sunyi. Gemuruh samar bergema dari utara ke selatan, suara itu melintasi alam seperti bisikan angin malam. Simbah, wanita tua penuh misteri desa itu, duduk termenung di bawah cahaya rembulan, matanya terpejam mendengarkan suara berderub yang hanya dia dan segelintir orang tua di desa bisa dengar.

Sang cucu, yang masih muda dan penuh rasa ingin tahu, mendekati Simbah dengan langkah hati-hati. "Ada apa, Mbah?" tanyanya, suaranya menggantung di udara dingin malam.

Simbah membuka matanya perlahan, tatapannya penuh dengan pengetahuan sepanjang zaman. "Pasukan berkuda dari Keraton Merapi berkunjung ke keraton kidul," jawabnya serak. "Tanda sebentar lagi akan ada bencana."

Sang cucu, meski sering mendengar cerita-cerita mistis dari Simbah, kali ini merasa kebingungan. Kenangan akan cerita Simbah tentang 'lampor', pasukan berkuda ghaib dari Keraton Merapi yang melewati sungai sebagai perantara ke Keraton di selatan, tiba-tiba menjadi nyata.

Benar saja, keesokan harinya, desas-desus terdengar bahwa Gunung Merapi telah memuntahkan lahar panas yang mengalir ke hilir, dan gempa kecil mengguncang Yogyakarta serta sekitarnya. Kata-kata Simbah tentang bencana setelah lampor lewat menjadi kenyataan yang tak terbantahkan.


"Mbah, mengapa lampor nggak lewat jalan saja, mengapa ia harus lewat sungai?" tanya sang cucu suatu sore, ketika mereka duduk menghadap sungai yang tenang.

Simbah, yang selalu memiliki jawaban untuk segala misteri, menatap ke air yang berkilau di bawah sinar matahari terbenam. "Pasukan ghaib harus lewat air," ucapnya singkat, seolah itu adalah hukum alam yang tidak bisa diubah.

Legenda lampor bukan sekedar cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Itu adalah pengingat, sebuah pesan dari masa lalu yang terus berulang setiap kali Merapi menunjukkan kekuatannya. Bagi mereka yang tinggal di sepanjang Sungai Gajah Wong, suara derub pasukan berkuda ghaib itu adalah pertanda, peringatan untuk bersiap menghadapi apa yang tidak bisa dihindari.

Hari berganti, banyak orang baru datang dan pergi, namun bagi Simbah dan beberapa orang tua di desa, setiap kali suara itu terdengar, mereka akan berhenti dan mendengarkan dengan hormat. Bagi yang lain, mungkin hanya suara angin malam atau gemericik air sungai, tetapi bagi mereka yang tahu, itu adalah lampor, pesan dari masa lalu yang tak pernah berhenti berbicara.

"Lampor adalah legenda, Mbah," ucap sang cucu suatu malam, ketika suara berderub itu kembali terdengar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Horor Selengkapnya
Lihat Horor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun