Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis - Panggil saya Kang Adjat saja

Meskipun sudah tidak muda, tapi semangat untuk terus berkarya dan memberi manfaat masih menyala dalam diri seorang tua

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Bingung dan Stres Gegara Saudara Sering Pinjam Uang tapi Sulit Membayar

9 Juni 2020   17:56 Diperbarui: 21 Januari 2022   15:24 4960
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Nah, lucu dan jengkelnya adalah bila tiba jatuh tempo. Debitur datang menagih kepada kami. Sementara saudara yang meminjamnya, entah lupa entah belum punya untuk mengembalikan pinjamannya itu, sama sekali belum juga ada kabarnya. Lalu istri saya pun mencoba memberitahukan kalau pemilik uang yang dipinjaminya sudah beberapa kali datang untuk menagih. 

Apa jawabnya? 

"Aduh maaf, kebetulan... bla-bla-bla... (sejuta alasan meluncur dari mulutnya sembari meminta dikasihani)" Istri saya pun kembali dengan tangan hampa. Apa boleh buat, terpaksa utang saudaranya itu harus ditalanginya.

Itulah masalahnya. Dan sepertinya hal seperti itu tidak hanya dialami keluarga kami saja. Tidak menutup kemungkinan semua orang pun pernah juga, atau bahkan sering mengalaminya.

Kebetulan tadi siang, saat saya berselancar di internet, tentu saja, saya menemukan kiat-kiat untuk mengatasi masalah yang sering kami hadapi tersebut. Usai membacanya saya pun mencoba menyampaikannya kepada ibunya anak-anak. Barangkali saja ada gunanya bagi para pembaca, maka saya pun ingin berbagi untuk Anda semua.

Dikutip dari moneyqanda.com, berikut ini tips untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Apabila saudara, atau sanak-keluarga menghemat uang, namun mereka mengalami krisis yang tak terduga, misalnya disebabkan sakit yang membutuhkan perawatan, terjadi musibah kecelakaan yang tidak diasuransikan, atau juga bencana alam seperti kena banjir, atau rumahnya tertimpa longsor, kita layak untuk memberi bantuan. Dengan catatan mereka yang kita bantu itu memiliki rekam jejak stabilitas keuangan yang jelas nyata.

Akan tetapi apabila yang bersangkutan (saudara. sanak-keluarga) meminjam uang dikarenakan terlilit utang, dan terjebak dalam pinjaman berbunga tinggi (dari rentenir misalnya) bahkan mengandalkan utang untuk menyambung hidupnya walaupun punya penghasilan tetap, bisa jadi yang bersangkutan sulit untuk membayar pinjaman kepada kita. Lantaran yang bersangkutan dipastikan tidak memiliki keterampilan dalam mengatur keuangan.

Andaikan yang bersangkutan memaksa untuk diberi pinjaman, sebaiknya kita mempersiapkan beberapa pilihan, di antaranya dengan menyiapkan sistem pembayaran (misalnya kontrak perjanjian),  menawarkannya kesempatan untuk mendapat penghasilan tambahan, atau dengan tegas mengatakan kepada yang bersangkutan kata "Tidak". Maksudnya tidak bisa membantunya. Dengan baik-baik, tentu saja.

2. Mungkin saudara, atau sanak-keluaraga yang membutuhkan bantuan itu baru saja di-PHK, sedangkan tabungannya sudah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bisa jadi dalam kasus seperti ini yang bersangkutan sungguh-sungguh membutuhkan bantuan dalam mengatasi masa sulitnya itu. 

Akan tetapi kita pun harus tetap hati-hati dan waspada. Karena setiap orang memiliki alasan yang bagus, dan muluk-muluk ketika meminjam uang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun