Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Tukang Kayu

Menulis Untuk Berbagi...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Memaknai Teladan Permintaan Maaf dari Mama Khofifah dan Mama Risma

20 Agustus 2019   16:16 Diperbarui: 20 Agustus 2019   18:10 0 3 1 Mohon Tunggu...
Memaknai Teladan Permintaan Maaf dari Mama Khofifah dan Mama Risma
Khofifah dan Risma | Gambar: Tribun

Minta maaf, dengan segenap konsekuensinya, harusnya mudah dilakukan oleh siapapun yang belum beku.- Sudjiwo Tedjo

Situasi di Manokwari dan Jayapura dan Suabaya sudah tenang. Kita berharap kedamaian ini akan terus bertahan, meskipun memang harus ada yang masih perlu diselesaikan dan dibenahi baik di Surabaya, Malang dan di Papua.

Salah satu poin positif yang dilihat dari peristiwa ini adalah bagaimana konflik ini diselesaikan. Saya pikir salah satu peristiwa  yang menyejukan adalah ketika kedua tokoh atau pimpinan daerah di Jatim,  Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini  (Bu Risma) menyatakan maaf untuk perselisihan yang terjadi.

Suara Khofifah bergetar saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (19/8/2019). Khofifah mungkin tidak menyangka bahwa peristiwa di Asrama Mahasiswa di Jl. Kalasan akhirnya membesar dan merambat hingga ke Malang dan Papua.

"Teman-teman semua ini antara lain yang terkonfirmasi ke beberapa elemen kemudian menimbulkan sensitivitas adalah kalimat-kalimat yang kurang sepantasnya terucap. Saya ingin menyampaikan bahwa itu sifatnya personal itu tidak mewakili masyarakat Jatim," kata Khofifah memulai.

"Oleh karena itu saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas nama masyarakat Jatim. Sekali lagi itu tidak mewakili masyarakat Jatim," imbuh Khofifah.

Permintaan maaf Khofifah begitu jelasnya. Ada elemen masyarakat yang melukai perasaan mahasiswa dan bahkan Papua oleh karena itu sebagai seorang kepala daerah, Khofifah meminta maaf.

Senada dengan Khofifah, Bu Risma juga mengucapkan maaf. "Saya pikir itu tidak perlu saya, sekali lagi kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf, tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu," kata Risma di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

"Jadi saya imbau ayolah jangan kita merasa diri kita lebih tinggi dibandingkan dari yang lain, tidak ada itu, di mata Tuhan semua sama siapa pun kita dari manapun asal kita," tambah Risma, memberi nasihat.

Kedua pemimpin wanita ini menunjukan contoh yang baik, contoh yang baik bagi negara ini, contoh yang menunjukan bagaimana perbedaan, perselisihan mulai untuk diselesaikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3