Arnold Adoe
Arnold Adoe Tukang Kayu

Menulis untuk berbagi... #FB : Arnold Adoe # Insta : Arnold_Adoe # Twitter : Arnold Adoe

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Misteri Posisi Coutinho di Tangan Valverde

9 Januari 2018   20:55 Diperbarui: 9 Januari 2018   20:57 958 1 0
Misteri Posisi Coutinho di Tangan Valverde
Valverde, pusing dengan kehadiran Coutinho I Gambar : Goal


Cerita tentang masih sedihnya pelatih Jurgen Klopp hingga jersey bernomor 10 Liverpool yang dibakar tidak bisa menahan senyum lebar Coutinho ketika masuk ke Nou Camp, dalam presentasi pertamanya sebagai pemain Barcelona(8/1/2017). 

"Saya sangat bahagia bisa berada di sini. Saya ingin bermain, memenangi gelar, dan membuat para suporter senang. Itulah tujuannya," ujar Coutinho.

Sesi presentasi, foto dan konfrensi pers itu menandakan bahwa Coutinho sudah memiliki hidup yang baru. Surat perpisahannya pun terasa hambar, meski dihiasi dengan kata-kata indah. 

"Liverpool memang mimpi, yang untungnya, bisa jadi kenyataan. Saya menyadarinya dan sudah hidup dalam mimpi itu selama lima tahun," tulis Coutinho. Hanyalah kata-kata klise bernada penghiburan.

Ketika media mempublish surat ini dan mulai dibaca di media sosial, mungkin saat itu pula Coutinho lagi senang-senangnya mengendarai mobil New Audi, yang saat itu turut diberikan saat presentasi di dalam Stadion. 

"Sunguh luar biasa bahwa saya akan bersama para idola, dengan pemain yang menorehkan sejarah luar biasa seperti Leo (Messi), Luis (Suarez), (Andres) Iniesta, (Gerard) Pique, (Sergio) Busquets, dan para pemain hebat lainnya." kata Coutinho sumringah. Kopites lupakanlah Coutinho.YNWA.

Kedatangan Coutinho tentu membuat dirinya sangat bahagia jika ini memang benar impian masa kecilnya, tetapi belum tentu membawa kebahagiaan bagi pelatih Barcelona,  Ernesto Valverde.

Apa sebab?. Orang yang memahami tentang transfer musim dingin pra Piala Dunia 2018, mungkin akan gampang menebak bahwa membeli Coutinho saat ini (Januari), akan lebih menguntungkan dibandingkan harus menunggu sesudah Piala Dunia 2018 berakhir.

Apalagi jika Brasil berhasil juara disana. Berapa kali lipat harga Coutinho akan bertambah?. Lalu, Barcelona juga sadar, bahwa zaman now, kekuatan impian masa kecil itu adalah hal nomor dua dibawah kekuatan uang. 

Buktinya, Neymar saja yang bermimpi bisa bermain bersama Messi sedari kecil, dengan mudahnya hengkang ke PSG yang sanggup membayar gajinya seberapapun dia mau. Jika tidak dibeli sekarang, maka PSG, City dan klub kaya lainnya siap menarik Coutinho seusai Piala Dunia.

Namun itulah persoalannya, artinya secara jangka pendek, Coutinho tidak menjadi kebutuhan Barca. Apalagi, Barcelona boleh dianggap sudah superior di La Liga dengan meninggalkan rival mereka, Real Madrid 16 poin di belakang. 

Barcelona di tangan Valverde, hampir tak ada lubang, padahal sejatinya pembelian pemain di Januari adalah untuk menambal lubang ditambah Coutinho tidak bisa bermain di Liga Champions.

Inilah yang ditengarai akan membuat pusing seorang Ernesto Valverde. Makanya jangan heran ketika ditanya tentang posisi Coutinho di timnya, Valverde cenderung bungkam dan menjawab dengan candaan. 

"Jadi, saya akan segera memutuskan (di mana dia akan bermain). Namun, saya bisa memastikan dia tidak akan bermain di bawah mistar gawang," ucap Valverde.

Formasi Barcelona Valverde, 4-4-2, I Gambar : Youtube Tifo
Formasi Barcelona Valverde, 4-4-2, I Gambar : Youtube Tifo

Maklum juga jikalau Valverde pusing, paling tidak ada dua alasan yang mendasari. 

Pertama, isu pembelian Coutinho terjadi ketika keinginan memimpikan tiki-taka untuk terus dimainkan di Barcelona sedang membara dengan formasi 4-3-3, dengan pergerakan bolacepat dari kaki ke kaki terulang lagi, dan bahkan semakin hebat ketika Coutinho datang.

Padahal, di tangan Valverde, tiki-taka hampir menjadi almarhum. Valverde lebih senang memprioritaskan pada keseimbangan bermain dalam menyerang dan bertahan. 

Kesolidan bermain tanpa memberikan celah kelemahan menjadi fokus Valverde. 4-3-3 tiki-taka yang kerap membuat lubang di lini pertahanan Barcelona dipermak Valverde menjadi 4-4-2.

Cederanya Osmane Dembele yang diharapkan menjadi pengganti Neymar serta tidak nyetelnya Gerard Deulofeu dalam skema 4-3-3 tidak terlalu dirisaukan oleh Valverde. 

Malahan kedatangan Paulinho dari Liga Super Cina, adalah hal yang paling disyukuri oleh Valverde. Paulinho memberikan dan menguatkan keseimbangan dalam permainan Barcelona dalam skema 4-4-2.

Dalam skema ini, Jordi Alba dan Nelson Samedo di posisi Wing Back akan lebih nyaman menyokong penyerangan  ketika Rakitic, Iniesta, Paulinho dan Busquets bergantian mengisi sisi yang kosong. 

Sedangkan Messi dan Suarez lebih diberikan kebebasan maju atau bermain melebar sesuai kebutuhan tim. Coutinho hadir untuk tiki-taka tetapi Barcelona sudah bertrandsformasi dengan reserved and balancing formation.

Hal kedua yang pasti membuat pusing adalah siapa pemain yang akan dikorbankan dalam skema yang sekarang sudah ada. Jikalau skema 4-3-3 akan jarang dimainkan, maka kemungkinan lain adalah Coutinho akan diplot menggantikan Iniesta dalam skema 4-4-2 ala Valverde.

 Tetapi tentu itu hanya terjadi dalam jangka panjang, perhatikan Iniesta masih terlihat fit dan total bermain. Memilih untuk mencadangkan pemain termahal kedua dunia di bench juga akan terlihat buruk.

Lalu? Posisi Rakitic dan Paulinho menjadi posisi yang bisa digantikan oleh Coutinho. Tetapi, Valverde pasti tahu bahwa atributPaulinho dan Rakitic yang kuat juga dalam bertahan adalah hal yang paling disukainya sebaliknya Coutinho hampir dipastikan akan sangat lemah dalam hal ini.

Sehingga munculah sebuah pertanyaan penting, ketika Coutinho datang, siapa yang akan dikorbankan?. Hal ini sudah pasti akan memanaskan ruang ganti pemain Barcelona. Bahaya.

Oleh karena hal itulah Valverde berusaha menjawab dengan formalitas saat ditanyakan soal posisi Coutinho. "Kami harus memantaunya dalam sesi latihan sebelum membahas soal itu. Betul, saya sudah melihat videonya bermain di beberapa posisi di Liverpool dan tim nasional Brasil. Namun, kita tunggu saja dulu," jawab Valverde.

Melihat situasi ini, maka paling tidak ada dua hal yang dapat dilakukan Valverde. 

Pertama, berani mencadangkan Coutinho. Valverde harus lebih rela menutup mata untuk harga setinggi langit Coutinho dan lebih fokus pada keseimbangan tim. 

Mencadangkan Coutinho terlebih dahulu dan menjadi pengganti dari Iniesta, atau Messi (peran yang paling mungkin dimainkannya dalam 4-4-2) adalah harga yang harus diambil. Meski resikonyo adalah penonton akan terbiasa melihat pemain termahal mereka, Coutinho duduk di bench.

Kedua, memaksa 4-3-3 dengan mengorbankan Paulinho, Iniesta atau Rakitic dan kembali ke skema tiki-taka jika ingin mengakomodir Coutinho. 

Namun inipun sangat riskan, ketika kompetisi seperti Liga Champions menuntut formasi yang baku yang sudah fasih dimainkan oleh para pemain Barcelona. Bagaimana bisa, Barcelona bermain 4-3-3 di La Liga dan langsung menggantinya dengan 4-4-2 ketika berkompetisi di Liga Champions. Tetapi apabila hal ini mujarab berhasil, maka Barcelona akan tampil hebat, jika tidak musim ini, maka musim depan.

Pada akhirnya berharap agar Coutinho cepat beradaptasi adalah hal lain yang sangat penting. "Semoga Coutinho cepat beradaptasi, meskipun pemain yang bagus pasti akan cepat menyesuaikan diri pada beragam situasi," ucap Valverde di akhir wawancaranya.

Harapan Valverde tentu adalah harapan seluruh El Culesdi seluruh dunia,  Sudah banyak pemain mahal yang gagal beradaptasi dengan skema tim, kultur sepak bola, dan juga dengan rekan setim. Jikalau itu terjadi, maka akan mengenaskan. Semoga saja beruntung Coutinho, Valverde dan tentunya Barcelona.

Salam

Referensi :

1 - 2