Mohon tunggu...
Arman Syarif
Arman Syarif Mohon Tunggu... Guru yang suka menulis dalam sepi ditemani kopi hitam

Berhentilah mengeluh. Mengeluh tak akan mengubah keadaan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Matinya Rasa Malu

16 November 2019   01:15 Diperbarui: 16 November 2019   01:45 0 6 2 Mohon Tunggu...
Matinya Rasa Malu
Sumber gambar : Pixabay.com

Bau anyir, bau keringat
bau jeroannya binatang
bau comberan
melingkupi udara ruang
batin sesak, raga terimpit
kemudian dihajar sang waktu
yang berjalan begitu lamban

Kusangka setelah lama disiksa
berbagai aneka aroma busuk
dan meringkuk dalam kesia-siaan
ia akan 'bunuh diri'
lalu kembali ke jati diri

Malah ia semakin beringas...
menipu dan menyusahkan khalayak
merampas hak-hak para jelata
memang telah menjadi wataknya
dan benar
rasa malunya sudah mati

Jangan katakan
karena matinya sisi kewarasan,
sebab matinya rasa malu
sudah mengubur habis
semua esensi kemanusiaannya

Aku bertekuk pikir
mengapa ia belum juga belajar menghadirkan rasa malu
di saat ramai orang ingin
mengakhiri hidup karena rasa malu
justru ia ingin hidup tanpa rasa malu


Makassar | 16 November 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x