Mohon tunggu...
Arman Syarif
Arman Syarif Mohon Tunggu... Guru yang suka menulis dalam sepi ditemani kopi hitam

Berhentilah mengeluh. Mengeluh tak akan mengubah keadaan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Rombongan Sunyi

12 September 2019   08:37 Diperbarui: 12 September 2019   08:44 0 9 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Rombongan Sunyi
ilustrasi: pixabay.com

Anyaman aksaranya meneduhkan
membelai ruang rasa
sekali waktu menikam ulu hati
sekali waktu menguarkan udara panas
lalu membakar isi kepala; para tiran dan begundal

Usah kau suguhkan kehidupan serba gemerlapan, mereka tak butuh
usah pula kau sajikan kebisingan
mereka "tak akan pernah" berdamai dengan kebisingan

Lorong hatinya
kerap dikerumuni sunyi tak bertepi
bagai rembulan melintasi cakrawala malam dalam kesendirian

Rumah terindahnya dalam dekapan malam
sedang senja adalah persinggahan sementara menata rasa
berleha-leha atau menggamit dawai sepi

Tak pelak lagi
rombongan sunyi itu
adalah "para penyair"

(Makassar, 12/09/2019)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x