Mohon tunggu...
Arman Syarif
Arman Syarif Mohon Tunggu... Guru yang suka menulis dalam sepi ditemani kopi hitam

Berhentilah mengeluh. Mengeluh tak akan mengubah keadaan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tentang Mulut yang Mengaku Cinta

18 Juni 2019   22:33 Diperbarui: 18 Juni 2019   22:38 0 9 0 Mohon Tunggu...

mulut-mulut makin cerewet memberi pengakuan. di sana-sini sebarkan kata cinta. layaknya barang diobral. jiwa-jiwa sepi lama merindu dan meringkuk di goa derita, girang hati tiada terkira saat mendengarnya. serasa bagai hujan, lama dinanti

"itu bagus kan. sebab ini negeri dirusak oleh mereka, yang di dadanya tak ada cinta bersemi" ujarku kepada kawanku yang pakar kritik. tapi ia tetap saja tak puas. ia terus mengarungi malam. di tangannya secarik kertas berisi daftar nama-nama yang baginya, mulutnya selalu berdusta

"ya, sudahlah kawan. tak usah pusingi mulut mereka. niatnya mulia. biarlah waktu menghukumi. mulut siapa yang berkata dari jiwa sadar ke mulut mengalir keperbuatan. mulut siapa yang berkata dari ambisi hitam ke mulut, buntu diperbuatan," kataku kepada kawanku sebelum beranjak pergi

(catatan langit, 18 juni 2019)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x