Mohon tunggu...
Arlini
Arlini Mohon Tunggu... Penulis - Menulis berarti menjaga ingatan. Menulis berarti menabung nilai kebaikan. Menulis untuk menyebar kebaikan

ibu rumah tangga bahagia, penulis lepas, blogger, pemerhati masalah sosial kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Resensi | Mengenal Secara Ringkas Sosok Sahabat Rasulullah saw

30 Mei 2019   09:27 Diperbarui: 30 Mei 2019   09:32 212
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pictured by Gramedia Digital 

Mengenal pribadi para sahabat Rasulullah adalah salah satu penyubur iman. Buku ini jadi sarana bagi saya mengenal enam puluh orang sahabat Rasulullah saw. Tidak mendalam memang tetapi poin pentingnya dapat. Siapa namanya, asal, kelahiran, kapan masuk Islam, apa yang dialami saat awal memeluk Islam serta kontribusi terhadap Islam. Saya membaca versi e-booknya.

Penulis meringkas kisah -- kisah mereka dari berbagai sumber. Dengan catatan, nama Khulafaurasyidin tidak dibahas disini. Sebab penulis membahasnya secara khusus dalam buku berbeda.

 Nama -- nama sahabat yang kurang familiar bagi saya ada di buku ini. Seperti Miqdad bin Amru ra, Abu Jabir ra, Abu Ayyub Al - Anshari ra, Abu Musa Al -- As'ary ra dan lain sebagainya. Kisah mereka tak kalah heroik dengan sahabat -- sahabat besar seperti Mushaib bin Umair, Abdurahman bin Auf, Zubair bin Awwam dan lain sebagainya.

Enam puluh sahabat yang diceritakan dalam buku ini memiliki benang merah. Pertama, mereka beriman kepada Allah swt dengan pemikiran. Mereka masuk Islam setelah mendapatkan penjelasan mengenai Islam, baik melalui teman, sahabat, kerabat ataupun sejak awal secara langsung didakwahi Rasulullah saw.

Allah swt berkenan memberi hidayah pada mereka setelah mereka sendiri berupaya mendapatkannya. Keimanan yang diperoleh dengan pemikiran membuat keislaman mereka berkualitas tinggi.

Maka beruntunglah orang -- orang yang serius dalam berpikir. Seperti Thalhah bin Ubaidillah ra yang serius mendengar nasihat seorang pendeta tentang kabar adanya nabi baru. Nabi tersebut membawa petunjuk dan rahmat. Ia pun segera mencari tahu mengenai kabar tersebut hingga mendapatkan kebenaran.

Atau seperti Sa'id bin Zaid yang sebelum Islam datang dia tidak menyembah berhala. Dia anggap hal itu melenceng dari ajaran Nabi Ibrahim. Dia pun termasuk yang menolak budaya membunuh bayi perempuan saat itu.

Meski seorang budak Bilal bin Rabbah seorang yang cerdas, sebab ia peduli pada kondisi Mekkah saat itu. Ia mengikuti perkembangan hebohnya nama Muhammad yang mengajak menyembah Allah swt semata. Ia mengenal sosok Muhammad yang bergelar al amin. Alhasil Bilal pun tertarik pada ajaran yang dibawa Muhammad.

Kedua, mereka sama -- sama mendapat tantangan dari orang -- orang kafir pasca masuk Islam. Siapapun dia, kalangan terhormat atau budak, miskin atau kaya semua mendapatkan ujian keimanan dari orang -- orang kafir.

Hanya saja kadar ujian keimanan yang mereka alami berbeda -- beda. Ada yang sekedar pernyataan penolakan dari keluarga dan kerabat seperti yang dialami oleh Hamzah bin Abdul Muthalib ra dan Abu Ubaidillah bin Jarrah ra.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun