Mohon tunggu...
SUDI Ariyanto
SUDI Ariyanto Mohon Tunggu... Ilmuwan - Membaca, menulis dan berbagi untuk membangun

Peneliti, Perangkai kata

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Catatan Penderita Covid-19 Saat Isoman

22 Juli 2021   00:08 Diperbarui: 22 Juli 2021   00:23 212
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setiap orang bisa mengalami dampak yang berbeda, karena penyebaran virus di dalam tubuh dan respons tubuh terhadap virus berbeda. 

Menurut laman mayoclinic.org, dampak jangka panjang dari orang yang sudah sembuh dari covid adalah kelelahan, sesak napas atau kesulitan bernapas, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, kehilangan memori, kesulitas konsentrasi, susah tidur, nyeri otot atau sakit kepala, detak jantung cepat atau berdebar, kehilangan bau atau rasa, depresi atau cemas, demam dan juga pusing saat berdiri. 

Saya mengalami rasa nyeri di tangan saat menyapu, tetapi saya terus melatih tangan dan tubuh untuk bergerak. Begitu juga, mencoba mengepel lantai, tidak dapat melanjutkan karena nafas agak terganggu. 

Walaupun demikian, setelah badan cukup kuat, saya, istri dan anak-anak terus mencoba membuat tubuh bergerak, apakah dengan menyapu, mengepel, membersihkan meja, memasak, mencuci piring atau membersihkan halaman. Tidak lupa juga kami mencoba untuk menciptakan suasana menyenangkan dengan bernyanyi, atau main kartu. 

Obat

Kami mendapatkan kiriman obat dari Puskesmas beruba antibiotika rentang-lebar, obat penurun panas dan vitamin. Selain itu, kami juga meminum ekstrak propolis, minyak ikan, dan obat herbal yang biasa diberikan kepada penderita covid.

Saya ingin menceritakan penggunaan salah satu obat, awalnya adalah obat untuk mengatasi parasit. Banyak orang belum sepenuhnya dapat menerima obat ini untuk pencegahan dan pengobatan covid. 

Pada hari Minggu, istri saya mulai minum obat ini, walaupun belum dipastikan positif karena belum tes swab. Istri saya mencoba memberi saya obat itu, tetapi saya menolak karena belum percaya. 

Keingintahuan saya atas informasi dari istri saya dan dari teman-teman yang sudah mencobanya meninggi, dan akhirnya saya mencoba mencari sendiri informasi. Saya orang yang termasuk tidak mudah percaya dengan informasi yang bersliweran melalui teman atau di media sosial. 

Saya mencari jurnal kesehatan atau kedokteran, dan saya menemukan dua artikel ilmiah terbaru yang terbit di jurnal ilmiah. 

Hasil bacaan itu saya sarikan dalam 2 tulisan di Kompasiana yaitu "Ivermectin untuk Pencegahan dan Pengobatan Covid-19", dan "Pemberian Ivermectin untuk Pencegahan dan Pengobatan Covid-19". Intinya obat ini dapat menurunkan laju penularan, mempercepat waktu pemulihan, menurunkan angka kematian karena covid. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun