Ariyani Na
Ariyani Na wiraswasta

Hidup tidak selalu harus sesuai dengan yang kita inginkan ... Follow me on twitter : @Ariyani12

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

"Sumbu Panjang" ala Gibran dan Kaesang

10 September 2017   19:25 Diperbarui: 13 September 2017   17:52 7195 22 12
"Sumbu Panjang" ala Gibran dan Kaesang
Sumber Kompas.com

Tahun lalu saya pernah menulis artikel soal Gibran Rakabuming dengan judul "Mas Biasa Aja". Bukan hanya karena Gibran selalu menjawab pertanyaan Najwa Shibab dengan kalimat "biasa aja" tapi karena Gibran memang biasa saja.

Wajah, penampilan, gaya hidup dan caranya menghasilkan uang juga biasa saja, sama seperti wiraswastawan pada umumnya. Tidak mengandalkan statusnya sebagai anak orang nomor untuk mendapatkan proyek dan tidak ikut-ikutan mengambil kesempatan untuk menduduki jabatan di kantor pemerintahan.

Satu hal yang tidak biasa adalah Gibran sekarang mungkin lebih terkenal dibandingkan saat sebelum menjadi anak presiden. Di dunia maya meskipun akun twitter-nya tidak menggunakan nama asli, tetapi nama usahanya @Chilli_Pari sudah memiliki 74,7 ribu follower dan tetap seperti pebisnis lainnya, akun ini dimanfaatkan untuk promosi usahanya.

Pilihannya untuk tetap konsisten menjadi orang biasa meskipun diberikan kesempatan untuk menjadi tidak biasa sudah berjalan lebih dari separuh masa jabatan ayahnya yang akan berakhir di tahun 2019, dan tentu tidak menjadi persoalan baginya apakah Sang Ayah kembali menjadi orang nomor satu atau tidak, karena kehidupannya tetap biasa saja.

Tidak berbeda dengan kakaknya, Kaesang juga memilih untuk tetap menjadi orang biasa, menjadi anak-anak muda era sekarang yang aktif di media sosial dan mengandalkan media sosial sebagai sarana promosi untuk bisnis dan mendapatkan penghasilan.

Sumbu panjang Gibran dan Kaesang
Bagi yang mengikuti akun twitter Gibran dan Kaesang, tentu sudah terbiasa melihat bagaimana dua anak Pak Jokowi ini merespons isi kicauan yang berisi kritikan bahkan hujatan kepada ayah bahkan anggota keluarga lainnya.

Tidak ada pembelaan atau bantahan atas isi kicauan negatif netizen tersebut, justru Gibran malah me-retweeted kicauan tersebut, atau sekali-sekali mejawab dengan kalimat pendek seperti, "Ya kak," atau malah mengiyakan isi kicauan negatif tersebut. Sebagai contoh ada isi kicauan, "Ini toh anak presiden, kok lebih tolol dari bapaknya yah. "Kemudian dijawab, "Iya saya tolol."

Yang terbaru adalah ketika seorang netizen menginformasikan ada instagram yang berisi penghinaan terhadap ibunya, tetapi Gibran hanya menjawab "Biarin. Dimaafkan aja." Bahkan ketika netizen mengkritik responnya atas penghinaan kepada Ibu Iriana, Gibran hanya menjawab, "Lha terus piye? Aku mbok kon misuh2?"

screencap twitter
screencap twitter

Tidak berbeda dengan Gibran, Kaesang pun memberi respon yang sama, hanya menjawab "Yo orapopo mas. Maafkan wae."

screencap twitter
screencap twitter

Bila keduanya adalah orang biasa, bukan anak orang nomor satu di negeri ini, bukan anak orang yang memiliki lawan politik tentu tidak akan mengalami hal-hal yang seperti ini, karena bila dilihat dari isi kicauan semua biasa saja, santai dan lebih banyak promosi channel Youtube, games dan dagangannya.

Sumbu panjang keduanya dalam hal merespons postingan yang menghina ibunya mencerminkan kedewasaan mental dan kematangan budi pekerti sehingga tetap waras menghadapi "ketidakwarasan" orang-orang yang menggunakan dunia maya untuk sesukanya. Banyak orang yang dapat menahan emosi atau menahan amarah bila yang dihina adalah dirinya sendiri, namun ketika yang dihina adalah ibunya, tidak sedikit yang akan marah dan sukar mengendalikan diri.

Bukan hanya untuk dirinya sendiri, Gibran juga memberi dukungan kepada anak Gus Dur Allissa Wahid saat mengalami hal yang sama.

screencap twitter
screencap twitter

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk dapat menilai bagaimana orang tua mereka berhasil mendidik anak-anaknya menjadi orang biasa sekaligus orang luar biasa dalam menghadapi tekanan yang menjadi bagian dari risiko dari tugas dan jabatan yang sedang diemban oleh ayahnya.