Mohon tunggu...
Aris Balu
Aris Balu Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis

Menulis seputar fiksi dan fantasi || Bajawa, Nusa Tenggara Timur

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Salgado

8 Agustus 2022   06:44 Diperbarui: 8 Agustus 2022   06:58 148 12 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Image: https://www.klikmania.net/sebastiao-salgado-mengubah-600-hektar-hutan-gundul-menjadi-hijau/

Cerpen ini merupakan tantangan dari sahabat saya yang seorang fotografer dengan melemparkan tiga ide acak: "Sebastiao Salgado", "Alfamart" dan "Menikah." Selamat menikmati. :)

Salgado membuka pintu kaca, disambut oleh hawa dingin air coditioner dari dalam ruangan minimarket. Tempat itu sepi pengunjung sebab hari telah larut, sangat larut hingga lampu jalan diluar sudah dimatikan. 

"Selamat datang di Alfamart, selamat belanja." Ujar seorang kasir sembari sibuk memainkan telfon genggam.

Ia menoleh mengecutkan dahi, tak mengerti apa yang dikatakan oleh wanita itu, sebab dirinya tak bisa berbahasa Indonesia. Salgado diundang ke negara ini untuk memberi kuliah fotografi di sebuah universitas, berbagi ilmu dan pengalaman selama bertahun-tahun menapaki dunia citra cahaya.

Pria tua itu mengangguk dan tersenyum, hal yang menurutnya patut dilakukan jika seseorang memberi salam. Berbekal keranjang ditangan, ia melangkah menulusuri puluhan rak yang disinari lampu putih, mencari barang yang ia inginkan. Sikat gigi, sabun dan baju dalam telah dimasukan, snak dan alat cukur pun telah dipilih. Sekarang tinggal satu hal lagi yang tersisa.

Matanya sibuk menerawang puluhan minuman di lemari pendingin, namun tak jua ia temukan barang yang dicari. Ia melirik lemari kedua, perlahan mencari, lagi-lagi hampa.

"Excuse me, you're looking for something?" suara itu menarik Salvado untuk menorehkan kepala kebelakang. Seorang pria muda tersenyum ramah padanya.

"Yes, I..I was hoping to, uh find a beer, but couldn't find any. You speak english?" Tanya Salgado padanya.

"A little, yeah. You can't find alcohol in here. This is a muslim country, you know. Beer is banned in the minimarket." Jelas pria itu.

"Ahhh, I should've known. Thank you.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan