Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - A teacher

Someone who likes gardening, reading, writing, teaching, singing, and telling story.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Perhatian Kompasianer pada Sesama Kompasianer

14 Juli 2021   21:03 Diperbarui: 14 Juli 2021   21:40 288 46 23 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perhatian Kompasianer pada Sesama Kompasianer
Sumber foto: SHUTTERSTOCK via Kompas.com

Kemaren malam saya merasa sangat lelah secara emosi. Banyak hal yang saya alami dan rasanya hanya pada Tuhan bisa berbagi kisah. Puisi-puisi saya sebagai peralihan rasa yang beraneka.

Terkadang saya tak ingin berlebihan memikirkan segala sesuatu apalagi yang memusingkan. Pandemi menjadi alasan utama begitu banyak perubahan tatanan kehidupan. Saya sudah lelah menangis dalam hati.

Semua lelah sering terlampiaskan dalam karya-karya puisi. Segala emosi yang sering terkuras mengalir deras menjadi inspirasi. Itu salah satu rahasia saya mengapa begitu giat berpuisi. Iya menulis puisi memang sudah seperti jiwa saya.

Kemarin bahkan dalam satu artikel menarik yang ditulis Pak Felix, saya mendapat julukan baru, kata beliau bolehlah saya disebut Ratu Puisi Kompasiana. Ada haru saat membacanya. Anda bisa baca lengkapnya di sini.

Dulu juga dalam artikel Kompasianer, Mas Wuri Handoko saya mendapat julukan Srikandi Puisi Kompasiana. Salah satu dari tiga pemuisi yang aktif berkarya tiap hari yaitu bu Fatmi Sunarya dan Mbak Hera Veronica. Mereka berdua memang karya-karya puisinya deras mengalir.

Kembali ke artikel dari Pak Felix, di satu sisi saya senang mendapat julukan baru dari sesama rekan Kompasianer, apalagi beliau Kompasianer senior di Kompasiana. Bahkan dalam tulisan beliau, dengan detail mencantumkan statistik saya menulis di Kompasiana.

Artikel ini juga mendapat banyak perhatian dari rekan-rekan kompasianer lainnya. Dukungan dan apresiasi saya dapatkan dengan berlimpah di komentar. Saya sangat bahagia. Ada perhatian besar yang dinyatakan rekan-rekan kompasianer.

Saya merasakan suasana kekeluargaan dari rekan-rekan kompasianer. Dalam artikel saya ini, terkhusus saya dedikasikan pada Pak Felix Tani, rekan di Kompasiana yang menunjukkan kepedulian pada sesama kompasianer.

Sebuah contoh konkrit bahwa sebagai sesama warga Kompasiana hendaknya saling mendukung dengan jujur. Rasa peduli dan perhatian dari sesama Kompasianer ini adalah dukungan nyata pada saya. Semangat saya dalam berkarya juga bertambah.

Saya juga hendak mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan kompasianer yang meluangkan waktu membaca, memberi vote dan aneka komentar positif dalam artikel Pak Felix tentang saya tersebut. It means a lot for me.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN