Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Jangan Terbang

27 Januari 2019   11:37 Diperbarui: 27 Januari 2019   11:45 37 8 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Jangan Terbang
Kupu-kupu di Serpong City Paradise. Photo by Ari

Aku merindukan ceriaku yang dulu
Aku menantikan damainya jiwaku yang dulu..
Kini seolah terbang..

Seperti aku terjerat dalam mendung tak berakhir
Seperti terkungkung dalam kelabunya awan ..
Seperti lelahku tak berujung ..

Ketika batin memberontak
Saat angan inginkan masa-masa itu
Ketika ceriaku tak terbendung..

Kau boleh bicara apa saja
Nilailah aku sesukamu
Karena aku tak peduli lagi
Aku yang menjalaninya
Bukan kamu ..

Dan ..
Dalam senyap yang sekejap menyiksa
Dalam sepi yang sekejap mencekam
Aku tersendiri dalam dukaku

Namun.. 
Cahayaku masih ada mesti setitik
Yah..
Orang sring menyebutnya dengan iman
Jiwaku mungkin berontak
Namun ada sisi hatiku yang sadar benar
Aku tak sendiri
Dan tak pernah sendiri

Pada masa -masa terberatku
Ada kekuatan kasat mata menopangku
Ada lengan kekal menjagaku
Dan.. ada doa-doa suci memagariku
Apakah yang kutakutkan ..

Biarlah ceriaku ..
Damaiku..
Selalu menetap di kalbuku
Ah batinku..
Bukalah matamu
Jangan biarkan sang mendung menggelayut
Dan kelabunya awan..menghalang
Karena ..
Yang tak kasat mata ..
Di atas sana
Yang berkuasa..
Sedang menjagaku
Dengam penuh kasih

Written by 

Ari Budiyanti

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x