Ardi Winata Tobing
Ardi Winata Tobing pelajar/mahasiswa

Pria humoris yang lawakannya jarang lucu. Pipinya pernah masuk teve.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Demensia dan Sakitnya Terlupakan Seorang Ibu

14 Juni 2018   12:12 Diperbarui: 15 Juni 2018   02:59 2266 0 0
Demensia dan Sakitnya Terlupakan Seorang Ibu
Ilustrasi (Pixabay)

"Rasanya bagiku, dia seperti sudah mati," isak Joe Daley . "Tak kubayangkan terbangun dan mendapati semuanya jadi seperti ini. Hari paling berat dalam hidupku."

Sangat sedikit hal yang membuat seorang pria dewasa seperti Joe menangis.

Kondisi Ibunya, Molly (66), jadi satu dari sedikit hal tersebut.

Ibu Joe didiagnosa mengidap Lewy Body Dementia. Dikutip dari hellosehat.com,

Penyakit ini adalah jenis dementia (pikun) yang paling sering terjadi, selain penyakit Alzheimer. Ini terjadi saat penumpukan protein yang dinamakan Lewy body terbentuk di sel saraf di bagian otak yang mengatur cara berpikir, daya ingat, dan gerakan tubuh (motorik).

Sebagai bentuk kesadaran akan eksistensi penyakit demensia, pria asal Ohio itu mendokumentasikan perjalanan (dan perjuangan) bersama Ibunya hampir setiap minggu. Total 54 video telah ia unggah di channel YouTube-nya, Joe Joe, sejak 2017. Lewat sebuah grup Facebook, Joe juga membentuk wadah sharing bagi ratusan ribu anggotanya, tentang apa itu demensia, penderitaan yang menyertainya, dan cara untuk bertahan menghadapi.

Molly's Movement
Molly's Movement
Warga net tampaknya menaruh perhatian kepada kisah haru Joe bersama sang Ibu. Sudah lebih dari 80 juta kali unggahan video mereka ditonton, belasan media juga memuat mereka dalam pemberitaan dan menjadi viral di kawasan Amerika, Eropa dan Asia.

Kisah yang ditayangkan Joe dalam puluhan dokumentasinya lebih banyak menampilkan kehidupan harian Molly pasca sakit dan usaha Joe untuk menyelamatkan ingatan Molly yang perlahan mulai memburuk. Banyak memori paling intim tentang keluarga; di mana mereka tinggal, siapa Ayah Joe, bahkan (dan ini paling menyakitkan), siapa Joe bagi Molly, pelan-pelan terlupakan.

Video yang paling banyak ditonton, yang tayang pada minggu keenam, menampilkan bagaimana upaya Joe mengembalikan ingatan Ibunya. Dalam kunjungan mereka berdua ke sebuah restoran cepat saji, bermacam pertanyaan berulang dilontarkan sang anak pada Ibu yang hanya tampak datar saja menyantap makanannya. Molly lebih banyak menjawab tidak tahu. Sesekali ia tampak seperti berpikir keras, namun tidak ada lagi yang tertinggal dalam laci-laci kenangan Molly tentang anak yang mengasihinya dengan sangat.

"Siapa Ibuku? Siapa aku bagimu? Tidak kah aku terlihat familiar?" Berulang kali tanya jawab seperti itu seperti berakhir sia-sia. Molly tak punya jawaban apa-apa selain, "Aku tidak tahu."

Namun, beberapa netizen mengkritik Joe atas tindakannya. Mereka beranggapan, Joe hanya tambah menyakiti dan menekan sang Ibu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Memang, tampak dalam video, Molly berusaha mengorek ingatannya dalam-dalam, ia sering terdiam sejenak mencerna pertanyaan sang anak, tapi kerenyit jelas di wajahnya mengartikan ia memang telah melupa.

Dilihat dari sudut pandang seorang anak, tindakan Joe tampak bisa dimengerti. Tidak ada satu pun orang yang sudi terlupakan, apalagi oleh wanita yang pernah melahirkannya.

Joe berucap, pada beberapa keadaan, Molly sering terisak dan tampak sangat murung. Ia juga kerap mengalami mimpi buruk. "Demensia itu ibaratnya seperti mengupas lapisan bawang," ucap Joe, "setiap lapisan ingatan akan terkelupas, hingga penderita sampai ke intinya: ketika kau hanyalah seorang anak kecil. Penderitaan akan berlanjut saat kematian datang."

Joe dan Ibu (Sumber: dokumentasi pribadi Joe)
Joe dan Ibu (Sumber: dokumentasi pribadi Joe)
Demensia sudah menjadi penyakit populer di Amerika Serikat. Terdata, 1 juta lebih penduduk Amerika menderita penyakit saraf ini.

Disebutkan jika tidak ada cara untuk menghindari demensia atau menyembuhkannya. Tidak ada obat. Dan bahkan satu-satunya cara untuk mendiagnosa penyebab penyakit itu hanyalah dengan jalan otopsi---tentunya setelah pengidapnya meninggal dunia.

Dan kemarin, 13 Februari 2018, perjalanan panjang Molly dan Joe Dalley selesai sudah.

Molly meninggal dunia di samping kedua anaknya, Joe dan Kakak perempuannya, Maria.

"Aku dan Kakakku memegang tangannya dan berucap bagaimana kami begitu mencintainya, Ibu akan ke surga dan semua akan baik-baik saja.

Penderitaannya sudah selesai. Terima kasih untuk semua yang sudah memberikan cinta dan semangat kepada kami."

Sampai hari kematiannya, Joe memang gagal mengembalikan ingat sang Ibu. Namun mengutip komentar seorang netizen pada video unggahan Joe,

"She may not recognise you but her heart trusts you. Underneath deep inside that is still there. Mother's love is instinctive. It never goes away."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2