Mohon tunggu...
Apriani Dinni
Apriani Dinni Mohon Tunggu... Rimbawati

Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Amarah!

3 Agustus 2020   18:22 Diperbarui: 3 Agustus 2020   18:24 138 47 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Amarah!
ilustrasi dokpri

Sebuah puisi kutuliskan di bawah rembulan yang sempurna bulatnya, kutuangkan amarah dalam bentuk kata-kata.

Untukmu yang selalu berusaha mengganggu ketenanganku!

Selalu berharap bisa membolak balikkan keyakinan di hatiku

Untukmu yang selalu ingin terlihat baik-baik saja di mata yang lain.

Untukmu yang selalu menikamku dari belakang dengan semua sikap manismu di depan semua orang di dekatku.

Sadarlah, Tuhan telah buka mata hatiku

Topeng manismu terbuka sudah

Jangan lagi pernah berharap menggenggam angin dengan kepalan tanganmu.

Percuma!

Jangan lagi pernah berharap kata-katamu mendinginkan, tidak!

Sekali aku bilang TIDAK! Maka selamanya TIDAK!

Pahamilah, jangan buat amarahku menjadi bencana bagimu

Pergilah, biarkan aku berjalan di jalan sunyi karena semua sisa kesabaranku telah habis buatmu.

Pergilah dari hadapanku karena aku tak lagi ingin bersamamu.

Jalanmu bukan jalanku dan jalanku bukan jalanmu

Camkan itu!



ADSN1919

Catatan: tayang di Secangkirkopibersama.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x