Mohon tunggu...
Apriyan Sucipto MLND
Apriyan Sucipto MLND Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Proletarian..

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Program Peningkatan Pariwisata dan Budaya di Propinsi Lampung

23 Januari 2019   07:57 Diperbarui: 23 Januari 2019   08:32 0 0 0 Mohon Tunggu...
Program Peningkatan Pariwisata dan Budaya di Propinsi Lampung
dokpri

Provinsi Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan. Secara geografis terletak antara 3: 45'- 6: 45' Lintang Selatan dan 103: 40 ' - 105 : 40' Bujur Timur. Wilayah Provinsi Lampung meliputi areal daratan dan perairan seluas 51.991 Km2, terletak di arah tenggara sebelah ujung pulau Sumatera yang dibatasi oleh Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, di Sebelah Utara, Selat Sunda, di Sebelah Selatan Laut Jawa, di Sebelah Timur, Samudra Hindia, di Sebelah Barat.

Panjang garis pantai sekitar 1.105 km. Terdapat 2 teluk di Lampung yaitu Teluk Semaka dan Teluk Lampung dengan sekitar 132 pulau yang berhadapan langsung dengan ALKI (Alur Lintas Kapal Internasional) Selat Sunda. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung di antaranya Pulau Condong, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Kelagian, Pulau Sitiga, Pulau Sebesi, Pulau Puhawang, Pulau Tangkil, Pulau Krakatau, Pulau Tanjung Putus, Pulau Balak, Pulau Loh, Pulau Lunik, Pulau Tabuan dan Pulau Pisang.

Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beraneka ragam, prospektif, dan dapat diandalkan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, pariwisata, sampai kehutanan. Provinsi Lampung memiliki posisi yang strategis karena wilayahnya terletak di ujung Pulau Sumatera bagian selatan, yang merupakan pintu gerbang menuju Pulau Sumatera dari Pulau Jawa. Luas wilayah Provinsi Lampung adalah 35.288,35 Km yang dihuni oleh 7.932.132jiwa (Tahun 2014).

Peran Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung sektor pariwisata dengan mengacu kepada rencana induk pengembangan pariwisata nasional adalah dengan adanya Peraturan Daerah No.6 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Per tahun 2014, Dinas Pariwisata juga sudah menentukan tujuh Kawasan Unggulan Strategis Pariwisata yaitu, Kota Bandarlampung, Krui dan Tanjung Setia, Taman Nasional Way Kambas, Teluk Kiluan, Gunung Krakatau dan Pulau Sebesi, Bakauheni dan Menara Siger, serta Taman Nasional Bukit Barisan. Jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Lampung cukup besar. 

Saat ini, wisatawan lokal saat ini masih mendominasi, dari 3.467.715 kunjungan wisatawan tahun 2013. Sekitar 97 persen nya, 3.392.315 orang adalah wisatawan lokal, sisanya adalah wisatawan mancanegara. Selama lima tahun terakhir wisatawan mancanegara sudah tumbuh sekitar 7 kali lipatnya. 

Di tahun 2008, wisatawan mancanegara hanya 10.028 saat ini jumlahnya sudah mencapai 75.590.Tahun 2014, meski belum semua kita rekap, tapi sampai bulan November jumlah wisatawan mancanegara sebesar mencapai 69 ribu. Artinya kalau dirata-rata per bulan, Lampung dikunjungi sekitar 3000 wisatawan asing. Angka ini memang sangat jauh dari Bali yang dikunjungi oleh 3,41 juta orang wisatawan asing periode Januari-November 2014.

Kondisi permasalahan pariwisata di Provinsi Lampung saat ini adalah masih belum efektifnya fasilitasi industri pariwisata di Provinsi Lampung. Koordinasi antara pihak terkait yaitu pemerintah daerah, biro perjalanan wisata, pelaku bisnis penunjang pariwisata, daerah tujuan wisata, dan masyrakat, masih belum terhubung maksimal. Hal ini menunjukkan industri pariwisata di Provinsi Lampung belum tertata secara profesional. 

Padahal jika ada sinkronisasi antara pihak terkait tentu akan menjadi hal yang menguntungkan bagi semua pihak. Salah satu syarat untuk mampu bersaing dalam industri pariwisata adalah harus memiliki standar yang diterapkan dalam mendukung industri pariwisata. Standar tersebut diterapkan misalnya dengan menyediakan informasi pengunjung (visitor centre) pada tempat-tempat atau obyek wisata yang menjadi daya tarik wisata yang menjadi instrument kesungguhan pembangunan pariwisata yang berstandar internasional.

Provinsi Lampung memiliki ratusan daya tarik wisata nyaris belum banyak diketahui oleh wisatawan karena minimnya informasi untuk mendapatkan data dan informasi yang disebabkan ketiadaan visitor centers. Pelayanan dan informasi yang tidak berstandar internasional juga memberikan persepsi buruk bagi wisatawan tentang kesiapan Provinsi Lampung dalam pengembangan pariwisata.

Agenda aktivitas wisata yang nyaris tanpa publikasi yang memadai juga menjadi kelemahan pemasaran pariwisata Provinsi Lampung. Berdasarkan alasan tersebut maka visitor centers akan memainkan peran penting dalam konteks pemasaran internal untuk menambah loyalitas wisatawan atau pengunjung karena dengan layanan visitor centers diharapkan memberikan pengalaman yang berharga dan membawa kesan kesiapan dalam pengelolaan destinasi wisata khususnya di Provinsi Lampung.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan menunjukkan bahwa terdapat potensi yang sangat besar dan menjanjikan bagi kemajuan provinsi lampung apabila industri wisata Lampung dijalankan secara maksimal. Sehingga diperlukan upaya dalam bentuk wadah atau lembaga sebagai pusat koordinasi dan pengembangan industri pariwisata khususnya di provinsi lampung. Hal inilah yang melatarbelakangi dibutuhkanya sebuah wadah yang menjadi pendukung pelaksana dari keberhasilan Industri pariwisata khususnya untuk provinsi lampung dalam bentuk Lampung Tourism Centre (LTC).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x