Mohon tunggu...
Anton Sudibyo
Anton Sudibyo Mohon Tunggu... Jurnalis kampung

penyayang keindahan

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ganjar dan Ajakannya Nglarisi Warung Tetangga

13 September 2020   00:03 Diperbarui: 13 September 2020   00:23 72 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ganjar dan Ajakannya Nglarisi Warung Tetangga
sumber: instagram @ganjar_pranowo

Kalau kepala daerah lain biasanya membantu UMKM dengan pelatihan-pelatihan yang susah sekali diukur dampak langsungnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo punya kebiasaan terjun sendiri ke pemasaran. Uniknya, meski caranya sangat-sangat sederhana tapi dampaknya luar biasa.

Setidaknya ada lima hal yang kerap dilakukan Ganjar:

1. Mampir Warung
Ganjar sering mengunjungi usaha-usaha kecil masyarakat. Dari wisata yang dikelola Bumdes, warung kecil di pinggir jalan, hingga UMKM yang memproduksi berbagai kuliner dan kerajinan.

Dengan hanya mengunjungi, kehadiran Ganjar sudah memberikan efek nyata bagi pemilik usaha. Pertama ialah meningkatnya moral dan mental karena merasa diperhatikan oleh pemimpinnya.

Kedua, adalah efek getok tular karena kedatangan gubernur di suatu tempat pasti akan diketahui banyak orang. Masing-masing akan membicarakan kepada keluarga dan temannya. Dampaknya, orang akan penasaran dan ingin mencoba.

Sudah banyak buktinya. Dari warung mie ayam yang ujuk-ujuk ramai hanya karena Ganjar pernah mampir jajan. Hingga wisata desa yang pengunjungnya membeludak tiba-tiba.  

2. Manekin Berjalan
Pada banyak kesempatan Ganjar sering mengatakan dirinya menjadi "manekin berjalan" bagi produk UMKM. Untuk itu ia sering sekali membeli batik, lurik, kaos, sandal, sepatu dll dari produk UMKM. Kalau sudah dibeli, tentu saja dipakai.

Dan Ganjar pasti akan "membocorkan" produk yang dipakainya itu pada khalayak. Entah ketika sambutan acara resmi atau kepada wartawan saat wawancara. Sampai-sampai ada salah satu motif batik dari Blora yang terkenal dengan sebutan "Batik Ganjar". Gara-garanya ya Ganjar beli produk itu dan sering memakainya.

Kalau anda pernah lihat Ganjar memakai batik bermotif bambu kecil-kecil dengan warna dominan hijau dan kuning, itulah Batik Ganjar.  

3. Influencer
Yang ini ada hubungannya dengan poin kedua. Selain woro-woro sesara offline, Ganjar pasti juga memposting di social media. Walhasil orang yang tahu lebih banyak.

Soal social media ini, mungkin Ganjar satu-satunya kepala daerah yang paling total mendonasikan akunnya untuk usaha kecil. Ia sering menerima endorse gratis produk UMKM untuk diposting di akun IG nya yang berfollower 3 juta dan twitternya yang berfollower 1,5 juta. Sudah puluhan kali juga Ganjar membuat vlog ketika mampir di suatu warung dan mempostingnya di IG atau Youtube Ganjar Pranowo.

Bisa ditengok sendiri, influencer baik artis, youtuber, atau selebgram dengan follower sebesar itu kalau minta endorse tarifnya berapa. Tapi Ganjar gratis.

Ia bahkan punya satu hari khusus untuk endorse. Tiap Minggu ia membuka #LapakGanjar. Pelaku usaha cukup posting di story IG masing-masing dengan mengetag akun @ganjar_pranowo. Dengan tema khusus per minggu, ganjar akan merepost story-story UMKM.

#LapakGanjar yang minggu ini menginjak episode ke 10 ini nyata membantu penetrasi produk UMKM Jateng ke pasar nasional bahkan internasional. Kompas.com bahkan punya julukan unik yakni Ganjar bakulan di insta story. Bayangkan betapa senangnya pembuat teri bawang goreng (@teriGO Blora) ketika produknya dibeli Ari Lasso. Atau betapa bahagianya ibu Sri Ambarwati, pemilik UKM Batik Srihanna Salatiga ketika pesanan produknya meningkat hingga 350 persen.  

4. Baju Adat
Masih ingat dalam ingatan ketika awal kabinet Presiden Jokowi periode pertama menggulirkan kewajiban ASN memakai seragam putih. Ganjar mungkin satu-satunya kepala daerah yang menolak kewajiban yang digulirkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN-RB). ALih-alih memakai baju putih, Ganjar justru mewajibkan ASN ngantor memakai baju batik dan lurik.

Meski sempat terlibat perang opini di media, namun terbukti kebijakan Ganjar menguntungkan pelaku usaha batik dan lurik. UMKM di Solo, Klaten, dan Pekalongan pun tumbuh pesat.

5. Berdayakan Produk Lokal
Di masa pandemi Covid ini, Ganjar menggerakkan banyak sekali UMKM untuk membuat jutaan masker dan APD. Hasil pesanan itu dibagikan gratis kepada masyarakat. Paket bantuan sembako untuk warga terdampak juga dibeli dari warung-warung kecil milik masyarakat.

Meski sebenarnya lebih mudah memesan masker atau membeli sembalo dari pedagang besar, tapi Ganjar tidak mau. Ia lebih memilih repot tapi dampaknya bisa menggerakkan rantai ekonomi rakyat.

Selain lima poin tersebut, sebenarnya masih ada satu langkah Ganjar yang terkenal. Yakni membuat kredit murah tanpa jaminan. Bersama Bank Jateng, ia meluncurka Kredit Mitra 25 dengan bunga hanya 7 persen pertahun. Saat digulirkan pada 2016, program itu menjadi kredit dengan bunga termurah se-Indonesia.

Tapi yang menjadi titik perhatian tulisan ini adalah cara-cara Ganjar yang sederhana, tidak membebani APBD, dan yang paling penting bisa ditiru siapapun. Baik kepala daerah atau orang biasa sekalipun. 

Tidak perlu jadi kepala daerah, tak harus punya follower instagram jutaan, tak mesthi punya lapak dengan namamu di belakangnya. Karena yang utama adalah kemauan dan kebanggaanmu membeli produk anak bangsa. Seperti yang dikatakan Ganjar dalam wawancara di podcastnya Helmy Yahya, mulailah dengan membeli produk temanmu sendiri dan berbelanja di warung tetangga.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x