Mohon tunggu...
Kesehatan

Farmasi dalam Lingkup Revolusi Industri

7 April 2019   18:57 Diperbarui: 7 April 2019   19:12 0 0 0 Mohon Tunggu...

NAMA : ANNISA KURNIA PRATIWI

Akhir akhir ini kita sering mendengar industri 4.0 Indonesia punya mimpi menjadi 1 dari 10 kekuatan ekonomi di dunia pada 2030 era industri pada regenerasi ke 4 diharap menajdi momentum untuk mereliasikan industri nasional agar mampu bersaing di tingkat global bagaimana indonesia menerjemahkan revolusi industri 4.0?

Pertama, kita lihat dulu definisi dari revolusi industri itu sendiri. Revolusi industri secara simpel artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang

Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Era industri generasi ke 4 telah masuk ke indonesia, sejumlah perusahaan indonesia sudah mulai otomatis masuk ke babak baru ke industri baru 4.0  mensinergikan aspek fisik digital dan biologi diantaranya pemanfaatan kecerdasan buatan,robotika dan mesin learnig ini termasuk pemanfaatan data skala besar atau big data serta konektivitas internet.

Industri 4.0 kini menjadi banyak perbincangan banyak pihak, pemerintah, industri dan perusahaan menyiapkan banyak pergerakan untuk menghadapi, namun apa sebenarnya revolusi 4.0 itu? yaitu bagaimana telkonologi seperti kecerdasan buatan dan internet saling mempengaruhi dan segala sesuatu yang membawa perbahan besar di dalam industri.

Revolusi industri sendiri dibuat dari 1.0 dimana penemuan mesin uap, dan revolusi 2.0 adalah penemuan listrik, revolusi 3.0 adalah penemuan processor dan komputer dan revolusi industri 4.0 dimana apa yang kita alami sekarang dimana tersedianya big data, internet dan apa saja yang terjadi pada industri 4.0 akan lebih jauh daripada 1.0 2.0 3.0 kenapa? karena banyak sekali hal hal yang revolusional yang dapt mengubah bagaimana cara kita berfikir, bagaimana cara kita mengoleksi, bagaimana cara kita berbisnis dan bagimana cara manusia menjalankan kehidupannya sehari hari. dan karena adanya big data, karena adanya internet dengan adanya konektivitas yang akan dapat melihat pergerakan manusia apasaja yang bisa melihat kesehariannya kegiatannya tentunya akan merevosional bagimana manusia.

Indonesia harus cepat merespon perubahan dunia khususnya revolusi industri 4.0 ini , bandung adalah kota indonesia yang paling siap menyambut revolusi industri 4.0 hal ini karena ekonomi digital dan industri kreatif fi bandung berkembang dengan pesat.

Farmasi merupakan salah satu bidang keilmuan dalam bidang kesehatan. Farmasi merupakan aplikasi ilmu pengetahuan alam yang mendalami mengenai obat -- obatan. Baik dari segi efek obat, proses yang terjadi pada obat dalam tubuh serta bentuk sediaan obat. Tentunya bidang ini sangat berperan penting di kehidupan masyarakat. Karena mengenai jaminan kesehatan masyarakat. enerapan industri 4.0 dapat menigkatkan produktivitas,penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri

Sektor industri yag dapat menerapkan industri 4.0

  1. industri makanan dan minuman
  2. industri otomotif
  3. industri tekstil dan pakaian jadi
  4. industri elektronik
  5. industri kimia

strategi Indonesia menghadapi industri 4.0

  1. memperkuat rantai supali
  2. membagun kawasan industri
  3. menerapkan pembangunan berkelanjutan
  4. mengembangkan industri kecil & menengah
  5. menyiapkan inftrastruktur digital
  6. menyiapkan ekosistem inovasi
  7. menyiapkan insentif fiskal untuk inovasi
  8. mengembangkan kemampuan SDM Industri
  9. menyiapkan kebijakan industri
  10. mendorong peningkatan investasi

Dengan industri 4.0 kita optimis industri manufaktur semakin produktif dan berdaya saing sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Lebih detilnya kita harus lihat di setiap revolusi industri, tapi kasarnya adalah, beberapa hal yang semula begitu sulit, begitu lama, begitu mahal dalam proses produksi mendadak jadi mudah, cepat, dan murah. 

Ingat, Ekonomi membicarakan macam-macam upaya manusia menghadapi kelangkaan. Revolusi industri menurunkan, malah terkadang MENGHILANGKAN beberapa kelangkaan tersebut, sehingga waktu, tenaga, dan uang yang semula digunakan untuk mengatasi kelangkaan-kelangkaan tersebut mendadak jadi bebas, jadi bisa digunakan untuk hal lain, untuk mengatasi kelangkaan yang lain.

Hilangnya atau berkurangnya sebuah kelangkaan otomatis mengubah banyak aspek dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi kalau ternyata beberapa kelangkaan menghilang! Nah, kita lihat satu persatu, sesuai urutannya.

Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.

Masalahnya, tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga.

Selain dengan otot, tenaga lain yang sering digunakan adalah tenaga air dan tenaga angin. Biasanya ini digunakan di penggilingan. Untuk memutar penggilingan yang begitu berat, seringkali manusia menggunakan kincir air atau kincir angin. Masalah utama dari dua tenaga ini adalah, kita tak bisa menggunakannya di mana saja. Kita cuma bisa menggunakannya di dekat air terjun dan di daerah yang berangin.

Untuk tenaga angin, masalah tambahan adalah tenaga angin tak bisa diandalkan 24 jam sehari. Ada kalanya benar-benar tak ada angin yang bisa digunakan untuk memutar kincir! Masalah ini juga muncul ketika tenaga angin menjadi andalan transportasi internasional, yaitu transportasi laut. Sebagai gambaran, di era VOC, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk kapal dari Belanda untuk mencapai Indonesia, lalu 6 bulan lagi untuk berlayar dari Indonesia ke Belanda. Artinya, kalau mau berlayar bolak balik Batavia-Amsterdam-Batavia, butuh waktu setahun! Maklum, terkadang ada kalanya benar-benar tak ada angin di laut, terkadang ada angin tetapi berlawanan dengan arah yang diinginkan.

Revolusi Industri 2.0

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2