Mohon tunggu...
Annisa Elmi
Annisa Elmi Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

hal baru dan tantangan

Selanjutnya

Tutup

Parenting

Anak Juga Butuh Disayangi Bukan Hanya Materi

20 Desember 2022   21:57 Diperbarui: 21 Desember 2022   11:20 178
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: sridianti.com

Ketika anak melakukan sebuah kesalahan jangan langsung memarahinya, cobalah untuk bersikap lebih hangat dan menanyakan terkait kesulitan yang dihadapi atau perasaan mereka.

9. Menggunakan intonasi nada bicara lembut

Ketika berbicara dengan anak apalagi ketika anak melakukan kesalahan, usahakan menggunakan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang. 

Referensi :

Andesta, D. ( ). Analisis kebutuhan anak usia dasar dan Implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan. JIP (Jurnal Ilmiah PGMI), 4(1), 82-97. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/jip.v4i1.2269

Astuti, M. (2011). Anak berhadapan dengan hukum ditinjau dari pola asuhnya dalam keluarga. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 16(1).

Diana, R. R. (2006). Setiap Anak Cerdas! Setiap Anak Kreatif!: Menghidupkan Keberbakatan dan Kreativitas Anak. Jurnal Psikologi, 3(2), 123-131.

Fatimah, S. (2018). Menurunkan Prokrastinasi Akademik Melalui Penerapan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. QUANTA, 2(1), 31-40.

Handayani, S., Haryono, S., & Fauziah, F. (2020). Upaya Peningkatan Motivasi Kerja Pada Perusahaan Jasa Kontruksi Melalui Pendekatan Teori Kebutuhan Maslow. JBTI: Jurnal Bisnis: Teori dan Implementasi, 11(1), 44-53.

Juliana, R., & Arifin, R. (2019). Anak dan kejahatan (faktor penyebab dan perlindungan hukum). Jurnal Selat, 6(2), 225-234.

Muhibbin, M. (2020). Urgensi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Mengatasi Prokrastinasi Akademik Di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Ilmu Kependidikan http://e-journal. hamzanwadi. ac. id/index. php/edc, 15(2), 69-80.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun