Mohon tunggu...
Anita Try Hartini
Anita Try Hartini Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pentingnya Penerapan 6M Sebagai Upaya Pemberdayaan Literasi di Sekolah Dasar

25 September 2021   23:15 Diperbarui: 25 September 2021   23:22 82 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pentingnya Penerapan 6M Sebagai Upaya Pemberdayaan Literasi di Sekolah Dasar
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah serta memiliki tenaga kerja yang sangata banyak. Akan tetapi, potensi tersebut masih belum bisa membawa Indonesia masuk ke dalam kelompok negara maju dikarenakan banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki dan ditinjau ulang kembali. Salah satu faktor yang melandasi kemajuan suatu negara adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan terdidik, yang dapat dinilai dari pola pikir dan cara berperilaku yang berpendidikan dalam kehidupan sehari-hari.

Memperbaiki kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, melainkan membutuhkan kesadaran, usaha, rencana, dan kerja sama dengan semua pihak mulai dari tingkat keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah. Oleh karenanya, keterlibatan yang berlangsung secara berkesinambungan dan saling mendukung akan menimbulkan efek positif bagi perkembangan kualitas masyarakat Indonesia.

Sekolah sebagai Lembaga pendidikan formal bertujuan untuk mengembangkan potensi berupa keperibadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan-keterampilan lainnya yang berguna untuk dirinya, masyrarakat, bangsa, dan negara. Pernyataan ini jelas tertuang dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 yang kemudian didukung dengan adanya Tujuan Literasi Sekolah (2016) dan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Namun, dalam pelaksanaan di lapangan masih terdapat banyak hambatan yang didapati oleh sekolah dan pihak yang terkait didalamnya selama melaksanakan tujuan utama sekolah dalam pembudayaan literasi dasar, diantaranya adalah kebiasaan literasi di sekolah yang belum menjadi prioritas, kurangnya buku bacaan/sumber bacaan, lingkungan yang tidak mendukung, dan literasi merupakan kegiatan yang memerlukan konsentrasi. 

Melihat permasalahan yang terjadi di lapangan, diperlukan tindakan nyata dalam suatu program yang dapat dilaksanakan secara mudah namun tetap dapat mengakomodir potensi siswa dan dapat diterapkan diberbagai situasi sekolah yang terintegrasi dengan mata pelajaran, yang kemudian dapat disebut dengan Program 6M.

Program 6M merupakan program yang pada dasarnya mengaktifkan siswa dalam pengembangan keterampilan yang dimilikinya. Siswa secara sadar melakukan aktifitas mengamati lingkungan sekitar, membuat sebuah karya untuk dipresentasikan di depan kelas (baik secara daring dan luring), dan siswa diharapkan mampu untuk mengapresiasi karya yang dihasilkan oleh temannya. Prinsip yang dimiliki oleh program ini hampir menyerupai dengan kegiatan pembelaajran pendekatan ilmiah kurikulum 2013 dalam Sari (2015), dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Mengamati

Mengamati berarti proses pencarian dan pembentukan informasi mengenai keberadaan objek di lingkungan sekitar berdasarkan pengamatan panca indra. Kegiatan ini dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dengan mengamati siswa dilatih untuk belajar secara nyata untuk sadar terhadap peristiwa disekitarnya. Siswa langsung mengalami suatu peristiwa atau keadaan dalam pembelajaran, sehingga akan membangkitkan rasa ingin tahu, menantang dan senang saat belajar. Proses ini membutuhkan kepekaan siswa dalam pembentukan pengalaman pribadi yang pada akhirnya akan dituangkan dalam sebuah karya.

b) Mencipta

Setelah mendapatkan dan mengolah informasi-informasi hasil dari kegiatan observasi, maka siswa menuangkan pengetahuannya dengan bentuk karya. Karya ini sesuai dengan informasi yang siswa dapatkan berdasarkan observasi. Siswa dengan bebas mengekspresikan karyanya baik secara tulisan, gambar, atau karya lainnya. Karya ini disesuaikan dengan mata pelajaran yang diberikan guru. Contoh: siswa membuat puisi berdasarkan hasil observasi siswa terhadap lingkungan sekitar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, atau siswa dapat menggambar keadaan daerah tempat tinggalnya pada mata pelajaran kesenian.

c) Menginformasikan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan