Mohon tunggu...
ANINDYA RISTA PUTRI LARASATI
ANINDYA RISTA PUTRI LARASATI Mohon Tunggu... Mahasiswa S1 Perencanaan Wilayah dan Kota - Universitas Jember

191910501045

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Kenapa Tidak Cetak Uang yang Banyak?

15 Mei 2020   05:57 Diperbarui: 15 Mei 2020   07:01 59 0 0 Mohon Tunggu...

Mencetak uang bukanlah hal sepele atau main main tanpa adanya pertimbangan secara matang. Salah besar jika konsepnya yaitu seperti kita sedang membutuhkan uang yang kemudian tinggal mencetak uang sebanyak banyaknya agar kebutuhan kita dapat terpenuhi.

Indonesia memiliki target yaitu Indonesia emas 2045 dan Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040. Dengan adanya target Indonesia emas dan juha prediksi bonus demografi yang akan memungkinkan Indonesai mengalami kenaikan perekonomian. Maka untuk mendorong terlaksananya target tersebut diperlukan perencanaan jangka panjang mulai saat ini yaitu dengan menyiapkan infrastruktur dan juga menyiapkan SDM guna menghadapi Indonesia emas dan juga bonus demografi. Infrastruktur disini bertujuan untuk mendukung dan memperlancar jalannya perputaran roda peerekonomian di Indonesia dan juga pemerataan kesenjangan diseluruh Indonesia yang dapat mewujudkan target Indonesia emas.

Dan kebutuhan Indonesia bukan tentang pembangunan infrastruktur saja namun ada kebutuhan kebutuhan yang tidak dapat ditunda yang jika dilakukan penundaan maka akan berdampak pada pembiayaan yang lebih besar lagi yaitu penyediaan fasilitas kesehatan dan juga ketahanan pangan yang dimana sekarang seluruh dunia termasuk Indonesia sedang mengalami pandemic Covid 19. Yang sudah pasti menjadi focus utama pemerintah adalah kesehatan masyarakat maka sangat diperlukan peningkatan fasilitas kesehatan.

Bagaimana utang Indonesia?

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2020 mencapai US$ 407,5 miliar. Dan jika dihitung dengan menggunakan kurs US$ 1 = Rp 15.500 maka nilainya mencapai Rp 6.316 triliun. Jika dikulik lebih dalam lagi guna memahami tentang perbedaan utang dan juga deficit maka terdapat perbedaan yang mendasar yaitu jika deficit merupakan kelebihan pengeluaran pada anggaran dibandingkan jumlah pemasukannya, sedangkan yang dimaksud dengan utang adalah jumlah akumilasi dari deficit itu tadi. Defisit anggaran harus dapat didanai dengan cara meminjam kepada pihak swasta.

Kenapa Indonesia berutang?

Karena sesuai dengan target Indonesia yaitu Indonesia emas dan juga sesaui prediksi yang dapat dilihat dari jumlah angka kelahiran dan usia masyarakat yang dapat memprediksi kemungkinan terjadinya bonus demografi di Indonesia. Dan karena faktor ini jugalah yang menyebabkan Indonesia berhutang guna mempersiapkan bebberapa tahun mendatang dan menjadikan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi. Seperti mempersiapkan infrastruktur dan juga SDM nya karena infrastruktur merupakan penunjang tang penting dalam perputaran roda perekonomian dan juga memberantas adanya kesenjangan sosial, dan dengan didukungnya infrastruktur yang baik maka akan keunggulan SDM juga akan mengikuti. Maka dengan banyaknya pembangunan baik dalam segi infrastruktur maupun SDM  diharapkan pada tahun tahun tersebut utang Indonesia dapat membalik utang terjebut menjadi keuntungan negara karena banyaknya angka produktif dan adanya infrastruktur penunjang yang mendukung perputaran ekonomi di Indonesia.

Bagaimana jika mencetak uang yang banyak? Dibandingkan jika berutang

Dalam mencetak uang perlu dipikirkan secara matang dan berhati hati karena bukan suatu hal main main dalam mencetak uang. Karena mencetak uang terlalu banyak dapat berdampak pada inflasi, inflasi sendiri merupakan peningkatan harga secara terus menerus. Ini terjadi karena jumlah uang yang tersedia lebih banyak sehingga meningkatkan jumlah permintaan, akan tetapi jumlah penawaran tidak sebanyak jumlah permintaan maka dengan demikian akan meningkatkan harga pasar.

Contoh konsep sederhananya adalah seperti ini, jika dalam satu kampung yang seluruh warganya memiliki uang 20juta karena banyaknya jumlah uang yang beredar, maka seluruh kampung tersebut dapat membeli sebuah sepeda motor, yang otomatis membuat penjual motor akan menaikkan harganya guna mendapatkan keuntungan. Maka dengan seperti itu harga akan naik, dan mungkin akan terus naik.

Dan inflasi ini juga berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara asing, yang pada Desember tahun 2003 diketahui jumlah 1$ = Rp. 8.469,10 dan sekarang tanggal 14 Mei 2020 nilai tukar rupiah yaitu 1$ = Rp. 14.889,95. Maka bukan merupakan solusi yang tepat jika harus melakukan percetakan uang sebanyak banyaknya guna menutupi utang, yang ada bukannya utang terbayarkan melainkan utang akan semakin banyak karena merosotnya jumlah nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN