Hiburan Pilihan

"Pasar Hewan Jatinegara Jual Hewan Tak Layak untuk Dipelihara dan Hewan Langka"

10 Januari 2018   01:55 Diperbarui: 10 Januari 2018   17:21 7699 1 1
"Pasar Hewan Jatinegara Jual Hewan Tak Layak untuk Dipelihara dan Hewan Langka"
dokpri

Pasar hewan Jatinegara terletak di Jalan Matraman Raya, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, merupakan pasar hewan tertua dijakarta. Sejak dulu pasar ini dikenal sebagai tempat menjual berbagai jenis hewan peliharaan. 

Yang dijual pun beraneka ragam mulai dari jenis hewan melata, burung, Ikan, Ayam, dan berbagai jenis hewan lainnya. Harga yang ditawarkan pun relatif murah tergantung dari jenis hewan dan dari segi keunikannya. 

Namun pasar hewan ini melakukan praktek penjualan hewan tak layak pelihara dan hewan langka, seperti anjing dan kucing, kelinci  yang sudah kurus, dan pesakitan, serta monyet dan urung hantu langka serta reptil langka, yang bebas diperjual belikan di pasar hewan jatinegara.

Hewan yang tak layak pelihara paling  banyak yang berada di pasar jati negara yaitu, kucing, serta kelinci, meskipun kondisinya yang kurus dan sakit, namun penjual hewan tersebut tetap menjual hewan daganganya. Kita tahu bahwa hewan yang sakit tentu membawa banayak virus berhaya yang dapat menularkanya ke pada siapaun yang memeliharanya. 

Hewan seperti kucing ia jual dengan range harga 300-1jtan rupiah, Untuk kelinci ia jual dengan kisaran harga 70-300ribuan Menurut pedagang yang berhasil kami wawancara, dan ia taak mau memeberkan nama dan diambil fotonya, ia mengklaim bahwa kucing itu hanya dalam normal perlakuan binatang yang memang diwaktu tertentu sering seperti itu. Namun dilhat dari bulunya tentu tidaklah demikian, sangat terlihat bahwa hewan tersebut tak layak untuk diperjual belikan.

Hewan langka yang kami temui di pasar hewan jatinegara ini seperti, kucing hutan, burung hantu, monyet, kukang dan bebrapa reptil seperti ular. Kita tahu bahwa hewan langka itu dilarang untuk di jual belikan apa lagi untuk dipelihara, karena jumlahnya yang sudah sedikit dan perlu untuk dilestarikan. 

Dari wawancara dengan pedagang kucing hutan di pasar jatinegara, ia menuturkan  bahwa ia tidak tahu menahu soal pemasok hewan langka ini dari mana, ia hanya ditugaskan untuk menjual hewan tersebut dan diberi keuntungan dari si penyuruh atau bosnya. 

Ia mengatakan bahwa jika ia menjual sendiri modalnya tidak kuat karena cukup besar. Dan ia menjelaskan bahwa hewan hewan langka yang dijual dipasar jatinegara ini bersal dari wilayah luar pulau jawa, yaitu di wilayah pulau sumatra. 

Menurut ia salah satu faktor yang mendorong praktek jual beli hewanlangka sampai sekarang ini dalah faktor ekonomi, menurutnya ia hidup dijakrta dikota keras, jadi kerjaanpun menuntunya untuk melakukan hal buruk, karena jika tidak keras menurutnya ia mau makan apa.

Melihat lokasi pasar hewan jatinegara ini juga kondisinya cukup panas dan memakai trotoar untuk berjualan, dan sampau serta bau disekitan pasar hewan  ini juga cukup mengganggu bagi baik pengunjung pembeli maupun para pejalan kaki. 

Pasar hewan seharusnya mempunyai tempat yang layak dan tidak menjual hewan hewan yang sudah tidak sepantasnya untuk dijual belikan.