Mohon tunggu...
angelica kossanov
angelica kossanov Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswi

HI UKI 2021

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Keikutsertaan ASEAN Pada Masa Kondisi Pandemi

18 Januari 2022   17:36 Diperbarui: 18 Januari 2022   18:01 589 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) adalah sebuah organisasi yang menaungi negara-negara Asia Tenggara dan didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Didirikan dari 5 negara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. ASEAN memainkan peran penting dalam sektor ekonomi dan regionalisme di kawasan Asia-Pasifik.

Sejak Rusia menjadi mitra resmi  ASEAN pada tahun 1996, Rusia mulai membangun kerjasama intensif dengan negara-negara kawasan. ASEAN dan Rusia telah sepakat untuk bekerja sama untuk mencakup tiga pilar  Komunitas Keamanan Politik ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, dan Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN. Kerja sama ASEAN dengan Rusia akan membantu memperkuat berbagai aspek  kawasan Asia Tenggara. Peningkatan kualitas kesehatan, penanganan bencana alam, pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas batas, peningkatan kerjasama perdagangan, kerjasama penanganan pandemi melalui pengembangan vaksin dan obat-obatan.

Rusia menjaga hubungan baik dengan ASEAN karena konflik antara ASEAN dan Cina atas konflik Laut Cina Selatan. Perjanjian kerjasama tersebut dilaksanakan untuk memperluas pengaruh Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, di masa pandemi COVID-19 saat ini, kawasan Asia Tenggara membutuhkan kapasitas kesehatan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan vaksin kawasan ASEAN, seiring dengan jumlah vaksin yang dapat disediakan Rusia untuk vaksin Sputnik V. Dalam pandemi COVID-19 ini, peran keamanan, pembangunan ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan di semua negara saling terkait erat. Dengan demikian, ASEAN telah menyepakati melalui ASEAN bekerja sama dengan Rusia untuk bertukar informasi tentang pengembangan vaksin, penyediaan obat dan peningkatan layanan medis. 

Rusia menggunakan Dana Kemitraan Rusia ASEAN untuk menawarkan kursus ASEAN dalam perawatan kesehatan. Upaya penguatan kerja sama di bidang kesehatan difokuskan pada pengurangan jumlah kasus terinfeksi COVID 19 guna mendorong aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini sangat menguntungkan bagi negara-negara di kawasan ASEAN, mengingat ASEAN masih tertinggal dan masih banyak negara  yang tidak terpengaruh oleh dunia luar. Mengingat jumlah kasus positif yang terus meningkat dari akhir  2021 hingga awal 2022, kerja sama dengan Rusia sangat menguntungkan. Di Indonesia sendiri, total vaksin pertama dan kedua sudah mencapai  lebih dari 60%, sehingga kemungkinan vaksin Sputnik V akan diterima dan masuk ke ASEAN.

Perjanjian kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi pihak  Rusia dan ASEAN untuk mempercepat upaya menjaga stabilitas keamanan kawasan dan memulihkan perekonomian yang melemah akibat pandemi COVID-19. Pandemi yang merebak di seluruh tanah air ini tidak dapat dikendalikan oleh pihak tertentu, tetapi membutuhkan kerjasama berbagai pihak. Selain itu, pihak ASEAN terus melakukan upaya untuk meningkatkan efektivitas kerja sama multinasional melalui kerja sama dengan Rusia dan memperkuat berbagai perjanjian kerja sama yang telah dibuat untuk menjamin  stabilitas kawasan.

Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN pada Kamis, 22 Juli 2021 memberikan pernyataan bersama para Menteri Kesehatan ASEAN untuk menciptakan sinergi dalam pengembangan protokol kesehatan untuk memulai kembali perekonomian dan meningkatkan partisipasi mitra. Selain itu, para Menteri sepakat untuk saling mendukung upaya percepatan vaksinasi di negara-negara anggota ASEAN. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memimpin Virtual ASEAN Special Health Ministers' Meeting sebagai ketua Menteri Kesehatan ASEAN. Pertemuan tersebut juga membahas  perkembangan  terkini status COVID-19 di daerah dan upaya nasional dan daerah yang perlu ditingkatkan untuk mengatasi COVID-19. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Myanmar dan Thailand, serta Wakil Menteri Kesehatan Laos, Filipina, Singapura dan Vietnam. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal ASEAN dan para direktur regional WHO, SEARO dan WPRO. Menkes Budi mengatakan dalam pernyataannya bahwa setidaknya  lima negara anggota ASEAN masih melihat peningkatan kasus, terutama karena jenis mutasi virus  terbaru. Lima negara lainnya telah mampu mempertahankan tren yang stabil dalam jumlah kasus yang relatif kecil, tetapi bahkan  pasien yang lebih tua tidak dibiarkan dengan kasus baru.  Menteri Kesehatan  ASEAN telah sepakat bahwa vaksinasi adalah cara untuk mengakhiri pandemi. Untuk itu, ASEAN perlu terus mendorong sistem multilateral untuk memastikan semua negara memiliki akses vaksin yang adil dan merata guna mempercepat pencapaian tujuan vaksinasi.

Selain itu,  Menteri Kesehatan ASEAN akan melaksanakan Prakarsa Sektor Kesehatan ASEAN yang sedang berlangsung, termasuk pembentukan Pusat Penyakit Menular dan Darurat Kesehatan Masyarakat ASEAN (ACPHEED), yang menyediakan pusat regional untuk menangani keadaan darurat kesehatan masyarakat. dari itu. Menteri Kesehatan juga sepakat untuk mengembangkan Sistem Koordinasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat ASEAN "APHECS". Menggabungkan upaya lembaga sektor ASEAN untuk memfasilitasi kesiapan regional dan respons terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat. Konferensi ini juga mendukung Dana Respons COVID 19 ASEAN untuk mengatasi kebutuhan pembiayaan dan logistik untuk mengatasi COVID 19. Menteri Kesehatan ASEAN telah menetapkan arah kegiatan dengan meluncurkan portal ASEAN untuk kedaruratan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan penggunaan teknologi digital di ASEAN. Portal inilah yang memberikan pengguna akses ke data kedaruratan kesehatan masyarakat ASEAN dan juga merupakan platform untuk pertukaran teknologi melalui forum diskusi pakar. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Saddykin menekankan bahwa semua negara perlu bekerja sama untuk mengakhiri pandemi. "Yakinkan Anda dengan kutipan bahwa di dunia yang  terhubung, tidak ada yang aman sampai semua orang aman. Mengingat lokasi geografis kita dan warisan budaya bersama, kita adalah diri kita sendiri. Adalah tanggung jawab kita untuk melindungi wilayah kita dan memastikan  keamanan komunitas kita,"dia berkata.

Dari yang sudah dilakukan untuk hampir dua tahun belakang ini oleh pemerintah lokal ataupun ASEAN, menurut opini saya, langkah yang diambil oleh pihak ASEAN mengenai kerjasama dengan Rusia di saat seperti ini sudah sangatlah baik. Mengingat hal tersebut merupakan hal yang penting baik dari sektor kesehatan dan juga ekonomi di ASEAN. Jika kedua sektor ini aman, sektor lain akan mengikuti dan menjadi aman. Yang perlu dilakukan sekarang dengan kesempatan yang ada adalah, masing-masing dari pemerintahan di setiap negara di ASEAN bisa berkontribusi dengan rakyat dan memanfaatkan keadaan yang semaksimal mungkin. Karena untuk masa pandemi ini kita tidak tahu akan bertahan sampai kapan mengingat ada varian baru yaitu Omicron yang mulai masuk ke wilayah ASEAN dan juga persentase dari negara-negara yang ada di ASEAN hampir keseluruhan mencapai diatas 15% dengan Indonesia sebagai negara dengan persentase terendah yaitu 0,20% dan Laos sebagai negara tertinggi dengan persentase kasus mencapai 22,30%. Indonesia sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam yang sangat melimpah seharusnya menjadikan kesempatan ini untuk mengembalikan kembali stabilitas ekonomi yang ada. Dengan kerjasama ini bisa menjadikan kasus Covid-19 di wilayah ASEAN menurun dan memungkinkan untuk menjadi 0% kasus dalam jangka yang belum diketahui tetapi memiliki kemungkinan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan