Ando Ajo
Ando Ajo wiraswasta

Asli berdarah Minang kelahiran Melayu Riau. Find me at: andoajo.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Fingerprint, Benarkah Secanggih yang Anda Pikir?

25 September 2018   23:50 Diperbarui: 26 September 2018   14:34 1818 14 11
Fingerprint, Benarkah Secanggih yang Anda Pikir?
Sumber ilustrasi: obs.line-scdn.net

Sudah lama rasanya terakhir kali menulis di Kompasiana, kali ini sedikit terusik ingin menulis lagi. Semoga tidak basi, apalagi doktrinisasi. Haha, bukan-bukan. Baiklah, ini serius dan yaa... sedikit menggelitik.

Dan, ya. Sobat gak salah baca kok judul artikel di atas.

Selama nyaris satu dekade ini saya (eeh, yang baik dan sopan itu; saya atau penulis, ya, menyebut diri sendiri? Oke, lewatkan saja) mencari rezeki dengan bekerja sebagai Tukang Servis Ponsel alias Teknisi Hape di Roxy.

Jadi, ya, yang akan saya ungkapkan di sini semua berasal dari pengalaman selama menjadi teknisi reparasi itu sendiri hingga sekarang.

Jadi, jangan terlalu serius untuk memahami apa yang saya tuliskan di bawah ini. Oh iya, bagi yang suka "selingkuh" berhati-hatilah setelah membaca artikel recehan ini. Dan, yang sering nangis karena gak cukup bukti pasangannya selingkuh, artikel ini khusus buat Anda.

Sumber ilustrasi: phys.org
Sumber ilustrasi: phys.org
Teknologi Fingerprint, Retina Scanner, dan Face Scanner.

Beberapa tahun belakangan ini teknologi di dunia selular begitu mengagumkan. Sederet fitur, aplikasi, dan fungsi yang waah ditanamkan pada satu perangkat. Dan konon sudah lebih dari sebelas fungsi perangkat elektronik lain diambil alih oleh sebuah ponsel, lebih tepatnya; Smartphone. Mungkin malah lebih.

Belakangan ini, masyarakat yang membeli smartphone seakan sudah "terinfeksi" kecanggihan teknologi itu sendiri, dan sering datang dengan pertanyaan serupa.

Semisal; "Handphone-nya udah ada Fingerprint belum, Mas?" Atau, "yang ada Retina Scanner-nya, dong." Dan lain sebagainya. Mereka biasanya datang dengan masalah tersendiri sehingga sangat membutuhkan teknologi penjaga privasi tersebut. Dan, ya, sebagian lagi hanya ikut-ikut tren terkini saja.

Tidak ada yang salah. Sah-sah saja menurut hemat saya. Hanya saja, saya sedikit tergelitik untuk mengetahui lebih lanjut, dan kian hari kian meninggi seiring makin banyaknya yang begitu mengagungkan Teknologi Pemindai Sidik Jari, Retina, ataupun Wajah ini. Membuat saya tersenyum geli.

Bagaimana tidak? Masalahnya, jika ketiga teknologi canggih di atas digunakan untuk, misal; Kendaraan Operasi Militer, Komputer, Ruang Khusus Tertentu, dll, saya sangat-sangat setuju. Bayangkan saja kecanggihan Teknologi Pemindai tersebut saat kita menonton film-film futuristik keluaran Hollywood. Sangat beralasan kita terkagum-kagum. Tapi, Smartphone? Masih tidak "melihat" kelemahan dari teknologi ini?

Saya kasih tahu, tapi maaf ya buat yang suka selingkuh, setelah ini mungkin rahasia Anda akan terbongkar oleh pasangan Anda. Maaf-maaf.

Begini, saat Anda menggunakan teknologi Fingerprint, Retina Scanner, atau Face Scanner, dan Anda merasa telah aman dengan data di Smartphone Anda karenanya..., nah di sinilah kelemahan terbesar (lebih tepatnya; rahasia Anda) sedang dipertaruhkan.

Bayangkan, saat Anda terlelap dalam tidur, entah sedang memimpikan selingkuhan yang aduhai yang macho atau pun sedang memimpikan rahasia pekerjaan Anda tersimpan rapi..., pasangan Anda atau siapa pun itu meraih Smartphone Anda lantas meletakkan jari Anda di permukaan pemindai Fingerprint-nya.

Tidak masalah percobaan pertama gagal, sebab hingga saat artikel ini saya tulis, teknologi Fingerprint tidak membatasi sebarapa sering Anda mencoba membuka kunci di Smartphone. Dan Anda bisa menempelkan jari selanjutnya, dan selanjutnya, dan....

Tradaaaa..., Smartphone yang dikira terkunci aman, terbuka dengan gampangnya. Begitu juga dengan kunci retina, apalagi pemindai wajah amat sangat gampang, tinggal mendekatkan saja Smartphone ke wajah Anda yang tengah lena dalam tidur. Selesai sudah, habis perkara.

Sumber ilustrasi: www.rentadesk.co.uk
Sumber ilustrasi: www.rentadesk.co.uk
Kesimpulan.

So, menurut saya, tetap akan lebih aman menggunakan kunci pola (Patern), atau pun Passcode--entah itu kombinasi angka, maupun angka-huruf-simbol. Sebab hanya Anda sendiri lah yang tahu kombinasinya. Tapi..., yakin gak dicurigai oleh pasangan, sebab hape selalu terkunci? Ya lain cerita jika Anda berbagi rahasia dengan pasangan Anda.

Kecuali Anda seperti saya, baik hape maupun laptop tidak pernah saya kunci haha, just kidding. Saya selalu berkata kepada pelanggan; "Belilah hape sesuai kebutuhan."

Well, segitu dulu aja ya. Ingat; jangan berantem dengan pasangan Anda^^.