Mohon tunggu...
Andini Harsono
Andini Harsono Mohon Tunggu... Freelancer - Traveler - Blogger - Freelancer

Mengurai dunia dengan rasa, pikir dan syukur... Salam sastra Salam budaya Salam berkarya FB : Andini Harsono Twitter : @andiniharsono Instagram : @andini_harsono

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Perjalanan Unik Mengenal Danau Toba

25 September 2021   10:56 Diperbarui: 25 September 2021   11:03 166 6 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Perjalanan Unik Mengenal Danau Toba
Danau Toba. Doc: IG @disparkabsamosir

Hampir 2 tahun sudah saya tidak angkat ransel atau geret-geret koper bepetualang menyusuri keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa. Batin sudah meronta-ronta ingin segera kembali bepergian, apalagi melihat beberapa teman sudah mulai traveling lagi, rasanya ingin segera ikutan hiks. Alhamdulillah, kian hari kasus Covid-19 di Indonesia semakin menurun. Dengan adanya percepatan vaksinasi nasional, saya yakin, kita semakin siap untuk melakukan banyak hal seperti menghidupkan kembali pariwisata di Indonesia. Traveling new normal dengan tetap disiplin protokol kesehatan akan membantu menggeliatkan kembali perekonomian Indonesia di sektor pariwisata.

Pemerintah terus berupaya mempromosikan pariwisata Indonesia di tengah pandemi dengan terus mempersiapkannya agar aman dan nyaman untuk dikunjungi. Bukan hanya itu, percepatan pembangunan juga dilakukan guna mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia. Pemerintah juga menetapkan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara). 5 DSP ini dipilih karena memiliki keunikan dan pesona yang berbeda dari tempat lainnya. Sesuai Instruksi Presiden, 5 DSP tersebut bukan hanya disiapkan untuk menarik wisatawan mengunjunginya namun juga mampu meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) yang melibatkan masyarakat setempat. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Parekraf, 5 DSP disiapkan sebaik mungkin agar manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak terutama masyarakat yang berada di sekitar destinasi tersebut. Wonderful Indonesia semakin lengkap dengan 5 DSP ini untuk menambah daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.

Di antara Destinasi Super Prioritas (DSP) tersebut, saya paling penasaran dengan DSP Toba. Sebelum pandemi, saya menghadiri promosi destinasi wisata Danau Toba di Gedung Sapta Pesona tahun 2019 lalu dan saya sudah memasukkan Danau Toba Pulau Samosir menjadi salah satu tujuan bepergian saya. Bahkan, saya sudah menyiapkan bepergian secara berkelompok bersama teman-teman saya yang juga belum pernah ke sana. Itinerary sudah disusun dengan rapi, beberapa kontak seperti sewa mobil, hotel dan informasi tempat wisata sudah saya kantongi. Tapi takdir berkata lain. Perjalanan menyusuri Heritage of Toba harus ditunda.

Temui Keunikan Indonesia di Heritage of Toba

Danau Toba merupakan danau vulkanik yang memiliki luas 1.130 kilometer persegi dan menjadi danau vulkanik terbesar di dunia. Terbentuk karena letusan gunung api purba yang super dahsyat ribuan tahun lalu memberi anugerah keindahan alam Indonesia yang lain daripada yang lain. Danau Toba merupakan bukti nyata keajaiban alam yang kini menjadi salah satu kawasan wisata strategis nasional. Danau Toba dikelilingi 7 kabupaten yaitu Simalingun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir. Danau Toba juga diapit oleh 2 bukit yaitu Holbung dan Huta Ginjang dimana kita bisa menikmati keindahan Danau Toba dari atas bukit tersebut.

Danau Toba juga menyimpan legenda yang menambah daya tarik untuk lebih mengenalnya. Diceritakan Danau Toba terbentuk dari kisah Toba yang menikahi seorang puteri cantik jelmaan dari ikan mas yang ditemukannya ketika memancing. Toba berjanji pada puteri tersebut tidak akan membocorkan asal usulnya. Mereka dikaruniai seorang anak bernama Samosir. Suatu hari, Samosir diminta mengantarkan bekal untuk ayahnya oleh ibunya. Namun, tanpa sengaja Samosir menghabiskan bekal tersebut karena kelaparan di tengah jalan. Toba marah dan menyebutkan bahwa Samosir adalah anak ikan. Sesaat kemudian langit jadi hitam dan hujan lebat terus menerus. Dari hujan inilah kemudian terbentuk Danau Toba yang indah, lengkap dengan Pulau Samosir di tengahnya. Nah, kebayang kan betapa uniknya legenda tersebut yang bisa menjadi story telling mengundang rasa penasaran siapa saja yang berkunjung ke Danau Toba.

Doc: Kompasiana
Doc: Kompasiana

Selain keindahan alamnya, saya penasaran dengan budaya, makanan dan kerajinan khasnya. Ada satu tradisi di Pulau Samosir yang menggelitik saya yaitu Tradisi Cari Jodoh. Bahkan tradisi ini dijadikan salah satu agenda festival tahunan. Gondang Naposo atau biasa disebut ritual cari jodoh merupakan satu dari sekian banyak tradisi Samosir atau Batak sejak zaman leluhur. Para pemuda pemudi yang masih single and available dikumpulkan untuk saling bertemu dengan tarian tor-tor. Kebayang kan serunya? Mungkin teman-teman yang masih jomblo bisa ikutan hehe.

Selain itu, saya penasaran ingin melihat langsung pembuatan kain Ulos yang menjadi ciri khas Suku Batak. Pasti menyimpan cerita sejarah yang menarik. Saya percaya, di balik selembar kain yang kemudian menjadi ciri khas suatu kelompok masyarakat memiliki cerita sejarah dan budaya yang mengesankan.

Hati saya semakin penasaran setelah melihat salah satu Travel Influencer Indonesia, Satya Winnie yang belum lama ini pulang kampung menghadiri pernikahan sang adik. Selama di sana, Kak Satya mengunggah foto dan video cerita tentang adat pernikahan Batak lengkap dengan keindahan alamnya. Kak Satya juga mengunjungi Danau Toba dengan naik motor mengelilinginya. MasyaAllah indah banget, saya langsung cek tiket ke Silangit.

Heritage of Toba Photo Trip

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Selengkapnya
Lihat Travel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan