Lihat ke Halaman Asli

Suprihati

TERVERIFIKASI

Pembelajar alam penyuka cagar

Kearifan Lokal Tradisi Rabu Wekasan

Diperbarui: 6 Oktober 2021   19:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang Kudus, Jawa Tengah.| Sumber: Tribun Jateng

Lantunan doa dilambungkan bersama. Memohon kemurahanNya untuk melepaskan umat dari kepungan mara bahaya. Pemaknaan tolak bala yang melekat pada Rabu Wekasan.

Rabu Wekasan merujuk pada tradisi peringatan hari Rabu terakhir (wekasan) pada bulan Safar berdasarkan penanggalan tahun Hijriyah. Pada tahun ini bertepatan dengan Rabu, 6 Oktober 2021. Beberapa nama sinonimnya adalah Rabu Pungkasan, Rebo Wekasan bahkan cukup singkat dengan Rebo Kasan.

Hampir tergelincir menduga asal tradisi ini dari bahasa yang digunakan. Rebo adalah bahasa Jawa atas hari Rabu. Begitupun kata pungkasan ataupun wekasan yang bermakna terakhir. Juga kebiasaan menyingkat wekasan menjadi kasan. Rebo Kasan, hari Rabu di penghujung bulan Safar.

Ternyata tradisi ini dapat dijumpai pada banyak daerah dari Aceh, Bangka, Kudus, Yogyakarta, Banyuwangi juga di Sulawesi. Ya Rabu Wekasan merangkum acara keagamaan dan tradisi kelokalan. Pendekatan sosial budaya dan keagamaan yang saling mendukung.

Masa kecil saya, masyarakat sekitar lebih akrab dengan penggunaan kalender Jawa dibanding Masehi. Sasi atau bulan Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela dan Besar akrab di telinga. Bulan Besar banyak orang melaksanakan resepsi dikenali bahkan oleh kanak-kanak.

Menarik menyimak tradisi Rabu Wekasan. Secara umum masyarakat setempat memaknai sebagai hari tolak bala. Masyarakat menempatkan diri sebagai ciptaan yang berlindung kepada Sang Pencipta.

Ilustrasi Rabu Wekasan (Foto: suaramerdeka.com)

Bersama sebagai kesatuan komunal, masyarakat menata diri sebagai bagian dari alam. Sangat terlihat pada masyarakat pesisir. Pelaksanaan tradisi Rabu Wekasan dilaksanakan di pantai. Permohonan keselamatan dan pengakuan laut sebagai sumber rezeki.

Relasi terbuhul melalui tradisi. Relasi sosial antar manusia. Relasi transedental antara ciptaan dan Pencipta. Begitupun relasi natural, manusia bagian dari alam.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline