Lihat ke Halaman Asli

Resensi Novel "Pulang-Pergi" Karya Tere Liye

Diperbarui: 21 Desember 2022   15:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Book. Sumber ilustrasi: Freepik

Identitas Buku:

Judul Buku       : Pulang-Pergi
Pengarang       : Tere Liye
Penerbit            : PT. Sabak Grip Nusantara
Tempat terbit : Depok-Jawa Barat
Tebal buku       : 414 halaman
Genre                  : Laga
ISBN                   : 978-623-95545-2-1
Harga                 : Rp 89.000 (Harga P.Jawa)

Synopsis:

Kalian tentunya tak asing dengan novelis yang memiliki nama pena Tere Liye, karena novel-novel karyanya tidak pernah mengecewakan.

Seperti buku "Pulang-Pergi" yang akan kita ulas. Buku ini merupakan buku karya Tere Liye berseri, buku ini lanjutan dari dua buku sebelumnya yaitu "Pulang" dan juga "Pergi". 

Dalam buku series ini menceritakan kisah Bujang yang terus melakukan perjalanan pulang dan perginya. Namun dalam buku ini, Bujang melakukan perjalanan pulang dan pergi sekaligus. 

Diawali dengan kepulangannya ke tanah kelahirannya yaitu, Talang untuk mengunjungi makam orang tuanya atau lebih tepatnya makam mamaknya. Saat ia tengah bernostalgia tentang kehidupan lalunya di Talang, terdengar desing kencang yang mendekatinya. Ternyata itu berasal dari helikopter, awalnya ia kira itu miliknya, namun saat melihat warnanya merah dan memiliki bintang lantas ia tau itu bukan miliknya.

Saat helikopter terbang di atasnya perlahan pintu terbuka, nampaklah sebuah moncong senapan yang siap memuntahkan isinya kearah ia berdiri. Bujang mengepalkan tinju, instingnya segera meletup, dia siap melompat berlindung ke balik batu cincin sumur. Namun terlambat, senapan itu telah meletus sebelum Bujang nenghindar. Tapi ternyata bukan peluru yang dimuntahkannya dan tidak mengincar tubuh Bujang. Melainkan tombak kecil yang memiliki gulungan kain di ujungnya menghujam tanah satu langkah dari tempat dia berdiri. 

Setengah menit kemudian helikopter itu beranjak pergi, setelah itu Bujang mulai membaca apa yang ada dalam gulungan kain tersebut, setelah tau isinya ia mendengus kesal karena pesan itu berasal dari Krestniy Otets ketua brotherhood Bratva dari keluarga penguasa shadow economy terkuat di dunia.

Pesan seperti ini sudah datang padanya lebih dari sekali, isinya pun sama yaitu, tentang pernikahannya dengan Maria putri dari Otets. Banyak alasan sudah ia lontarkan untuk membatalkan rencana pernikahan itu, namun sepertinya tak dihiraukan oleh Otets, apalagi kini ia datang dengan ancaman yang membuat Bujang tidah bisa mundur.

Tapi tetap saja Bujang tidak ingin menikah. Akhirnya ia memutuskan meminta bantuan pada temannya Salonga, yang ada di Filipina untuk berbicara pada Otets agar pernikahan dibatalkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline