Mohon tunggu...
Ambae.exe
Ambae.exe Mohon Tunggu... .

Computer Application, Maintenance and Supplies

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Isteri Bupati Bantaeng Bersihkan Lingkungan pada World Cleanup Day 2019

21 September 2019   19:11 Diperbarui: 21 September 2019   19:20 20 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Isteri Bupati Bantaeng Bersihkan Lingkungan pada World Cleanup Day 2019
Ketua PKK Bantaeng (gaun pink) bersama murid SD membersihkan jalan desa dari sampah berserakan.

Bantaeng. Ratusan orang pada Sabtu pagi (21/09/19) memadati Kampung Lapparaka di Desa Bonto Daeng, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng guna melakukan aksi gotong royong terbesar di dunia.

Adalah World Cleanup Day (WCD) 2019 yang digelar serentak di 158 negara di dunia. Termasuk Indonesia dimana serentak pula dilaksanakan di 34 provinsi yang ada dengan dukungan sekitar 13 juta relawan.

Demikian halnya di Provinsi Sulawesi Selatan, Bantaeng dan 23 Kabupaten/Kota lainnya turut ambil bagian dalam aksi ini. Untuk Bantaeng ada 2 lokasi yakni Desa Bonto Daeng dan Kelurahan Bonto Sunggu.

"World Cleanup Day ini digelar di 2 lokasi di Bantaeng. Pertama di Desa Bonto Daeng yang digagas Aliansi Pemuda Ulu Ere serta di pesisir Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu", jelas Kadis Lingkungan Hidup, H Abdullah Taibe.

Hadir sekaligus turun tangan langsung melakukan pembersihan yakni Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti. Tampak pula beberapa pejabat lingkup Pemkab Bantaeng diantaranya Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian, Syahrul Bayan, Kadis Koperasi dan Perindustrian, Meyriyani Majid, Kadis Ketahanan Pangan, Rahmaniar, Sekretaris Bappeda, Riesa Meylani, Camat Ulu Ere, Najamuddin, Kades Bonto Daeng, Nawir.

Dan Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bantaeng, Hamsya Ahmad yang juga adalah putera kelahiran Desa Bonto Daeng. Kehadiran mereka menjadi penanda keseriusan Pemkab dan DPRD Bantaeng mendukung penuh World Cleanup Day 2019 sebagai sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan secara berkesinambungan.

Seperti disampaikan Takdir, salah seorang relawan serta inisiator kegiatan ini. Menurutnya gerakan bersih-bersih lingkungan seyogyanya dibudayakan dengan memberi contoh melalui aksi sehari itu.

Partisipan World Cleanup Day foto bersama di Lapangan Upacara SD Inpres Paranga (21/09/19).
Partisipan World Cleanup Day foto bersama di Lapangan Upacara SD Inpres Paranga (21/09/19).

"Apa yang kita laksanakan hari ini hanya bagian kecil dari wujud kewajiban kita untuk mencintai lingkungan. Semoga masyarakat sekitar bisa menjadikan ini sebagai kebiasaan yang baik", tutur dia.

Sementara Sri Dewi Yanti yang adalah Isteri Bupati Bantaeng Periode 2018-2023 berharap WCD 2019 ini moment untuk melawan plastik. Bentuk perlawanannya yakni dengan selalu membawa thumbler untuk menggantikan botol kemasan sekali pakai.

"Dalam berbagai kesempatan Saya selalu menekankan agar tidak menggunakan air kemasan. Tidak hanya dalam acara saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari", ujarnya.

Pihak panitia sendiri sejak awal menegaskan kepada seluruh partisipan WCD 2019 agar membawa sendiri thumbler. Mengingat selama kegiatan berlangsung tidak disiapkan air kemasan.

Lanjut dikatakan Sri bahwa kebersihan harus dimulai dari diri sendiri. Gerakan membawa thumbler merupakan langkah kecil tapi memiliki dampak luar biasa.

Di sepanjang jalan yang membentang dari Utara ke Selatan di desa itu, Sri bersama seluruh relawan memungut sampah plastik. Sedangkan sampah berupa daun dan ranting kayu cukup dikumpulkan saja.

Sampah plastik kemudian diangkut kendaraan truk yang disupport Dinas Lingkungan Hidup. Menariknya lagi, puluhan murid SD Inpres Tamaona serta masyarakat setempat ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Pembersihan berakhir hingga ujung Selatan desa sejauh kurang lebih 3 Kilometer. Dimana seluruh partisipan WCD 2019 berkumpul di SD Inpres Paranga dan mengajak jajaran sekolah itu turut berperan aktif mengurangi penggunaan plastik. (AMBAE)


salam #AMBAE

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x