Mohon tunggu...
Alya Fathinah
Alya Fathinah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Penikmat karyamu, buku, dan senyummu.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Tren Donasi Digital di Bulan Ramadan

25 April 2022   11:08 Diperbarui: 25 April 2022   14:44 646
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ramadan, bulan suci penuh berkah yang memiliki beragam keutamaan. Selain setiap muslim wajib menjalankan puasa satu bulan penuh, bulan ini juga menjanjikan pahala yang berlipat ganda apabila kita melakukan kebaikan. Tak heran, banyak orang berbondong-bondong melakukan kebaikan, salah satunya dengan cara sedekah.

Sedekah, kata yang sering kita dengar di kalangan masyarakat Indonesia. Kata ini merujuk pada pemberian sesuatu, baik barang ataupun makanan kepada fakir miskin atau seseorang yang berhak menerimanya. Sedekah juga memiliki sinonim yang lebih sering digunakan masyarakat, yaitu donasi. Donasi maupun sedekah pada dasarnya bisa diberikan oleh siapa saja, kapan saja, melalui medium apa saja, dan biasanya tidak ada jumlah minimum.

Saat ini medium untuk berdonasi pun sudah berkembang melalui aplikasi digital yang bersifat tanpa tunai (cashless). Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian Gopay bersama Kopernik pada tahun 2020 yang menunjukkan nilai donasi digital rata-rata naik 72% selama pandemi. 

Donasi digital pun diadaptasi oleh berbagai organisasi terutama di bulan Ramadan, salah satunya Paguyuban Kulawargi Mahasiswa Cianjur Universitas Padjadjaran (KWACI Unpad).

KWACI seringkali membuka donasi saat ada bencana alam dan mengkhususkan kegiatan donasi di bulan Ramadan bernama Komandan (Kwaci Berbagi di Bulan Ramadan). Penyaluran dana donasi memanfaatkan platform dompet elektronik (e-wallet) Dana dan OVO serta transfer bank. Tak hanya itu, informasi donasi juga disebarluaskan melalui media sosial sehingga diketahui oleh masyarakat luas.

"Dilihat dari tahun sebelum-sebelumnya, biasanya hasil donasi di bulan Ramadan lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Bedanya bisa 100-600 ribu. Kita open donasi hingga tanggal yang ditentukan lalu hasil donasi tersebut kita alokasikan seluruhnya untuk diberikan kepada yang membutuhkan dalam bentuk makanan berat," ujar Ketua Kwaci Dewi Widiawati.

Dewi juga bercerita pihaknya memanfaatkan e-wallet sebagai medium penyaluran dana dari donator karena sistematikanya yang simple serta maksud dan tujuannya bisa terealisasikan. Berbeda dengan Kwaci yang lumayan sering mengadakan donasi, sebuah komunitas pelajar yang bergerak di bidang kemanusiaan bernama Patungan Kita hanya menggalang donasi setiap bulan Ramadan.

Akan tetapi, penyaluran dana dari donatur sama-sama melalui dompet elektronik (e-wallet) seperti OVO dan Dana milik tim mereka. Komunitas ini juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan penggalangan donasi.

"Tujuan ngediriin Patungan Kita supaya aku sama tim PK mudah buat sedekah dan semoga bisa memudahkan orang juga buat sedekah dan semua project bisa bermanfaat buat masyarakat Cianjur. Sebenernya gak ada alesan sih, cuma karena awalnya mulai bulan Ramadan yaudah dilanjutin jadi tahunan tiap Ramadan," ungkap Presiden Patungan Kita Asyifa Ayu Fitrianisa.

Hasilnya menakjubkan, donasi tahun pertama berhasil membeli 102 alat tulis kantor (ATK) untuk anak yatim dan 15 sembako untuk ustaz/ustazah di pesantren yang berlokasi di Nagrak, Cianjur. Kemudian, hasil donasi tahun kedua dibelikan takjil dan makanan berat untuk buka puasa yang dibagikan kepada masyarakat sekitar. Tahun ini menjadi tahun ketiga Patungan Kita membuka donasi dan berhasil menggalang dana Rp7.311.491 dalam kurun waktu enam bulan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun